Musik Pulang Kampus

Sejarah Jazz di Jepang

Jazz di Jepang: Mengikat Sejarah Musik dengan Budaya

Penindakan dan Pembatasan Pemerintah

Sebelum Perang Dunia II, pemerintah Jepang melarang jazz dan mengecamnya sebagai "musik dekaden" yang terkait dengan narkoba. Tempat-tempat yang menggelar pertunjukan jazz pun mendapat tindakan keras. Meski sentimen anti-Amerika dan rasisme kental pada masa perang, pemerintah Jepang tetap membiarkan jazz ada dengan aturan yang sangat ketat. Bahkan, mereka menyewa musisi jazz untuk memainkan musik patriotik di kamp-kamp pertempuran demi membangkitkan semangat tentara.

Evolusi Jazz di Jepang

Pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah justru mempengaruhi evolusi jazz di Jepang. Mereka memberlakukan pembatasan pada alat musik, seperti pengurangan jumlah saxophone, dan melarang penggunaan mikrofon di tempat-tempat kecil. Namun, musisi jazz di Jepang beradaptasi dengan situasi tersebut dengan mengubah gaya jazz menjadi "musik ringan" atau "easy listening." Mereka berhasil menjaga esensi jazz sambil mematuhi aturan pemerintah yang ketat.

Pengaruh Amerika Pasca Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II, Amerika mengambil alih Jepang, terutama dalam wilayah pelabuhan. Kolaborasi antara Amerika dan Jepang dimulai kembali dengan tujuan utama untuk mendukung ekonomi Jepang dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Jenderal Douglas MacArthur melalui SCAP (Supreme Commander of Allied Powers) berperan penting dalam mempromosikan jazz di Jepang. Musisi-musisi Amerika mengajarkan notasi jazz kepada para musisi Jepang dan fasilitasi pertunjukan di klub-klub. Siaran radio pun turut mengudara dengan jazz, seringkali dengan tujuan politis di bawah pengaruh SCAP.

Perkembangan Jazz Jepang dan Perdebatan Mengenai Keaslian

Pelatihan jazz di Jepang berbeda dengan di Amerika. Di Amerika, musik jazz dimainkan secara langsung oleh musisi Afrika-Amerika, sementara di Jepang lebih mengandalkan rekaman. Hal ini mengakibatkan kritik terhadap keaslian dan keterampilan improvisasi musisi jazz Jepang. Perdebatan tentang keaslian jazz ala Jepang masih berlangsung hingga saat ini.