Dampak Kelangkaan Chip

 

Saat ekonomi mulai pulih di tahun 2022, penjualan kendaraan justru tak mengalami kenaikan berarti. Penyebabnya adalah krisis yang menghambat produksi. Konsumen harus bersabar untuk mendapatkan kendaraan impiannya.


Krisis chip atau semikonduktor belum juga teratasi menjelang berakhirnya semester 1 tahun 2022. Krisis chip yang terjadi secara global itu memengaruhi angka penjualan motor. Produksi tertahan sehingga konsumen harus inden untuk mendapatkan kendaraan yang diinginkannya.

Masalah dampak kelangkaan chip terhadap penjualan kendaraan kembali mendapat sorotan selama periode April-Mei 2022. Ini dikarenakan muncul suara-suara keluhan konsumen yang harus inden untuk mendapatkan kendaraan yang diinginkannya.  

Berdasarkan pemantauan dengan menggunakan alat big data Newstensity milik PT Nestara Teknologi Teradata, terdapat 705 pemberitaan pada periode 1 April 2022 hingga 31 Mei 2022 terkait topik ini. 

Jika dipilah-pilah lagi per subtopik, penjualan mobil mendapatkan porsi pemberitaan terbanyak dengan 391 pemberitaan, inden mobil 117 pemberitaan, inden motor 75 pemberitaan, dan penjualan motor mendapatkan 50 pemberitaan. 

Sebanyak 65% atau 461 pemberitaan bersentimen positif untuk topik ini. Mayoritas pemberitaan positif ini berasal dari kabar baik soal tingginya pesanan kendaraan baik mobil maupun motor. Namun, tingginya permintaan itu tidak bisa langsung dipenuhi karena produksi terganjal masalah chip. 

Terdapat 32% atau 225 berita memiliki sentimen negatif, terutama berkaitan dengan pernyataan-pernyataan produsen soal inden yang cukup lama berkaitan dengan adanya gangguan produksi akibat masalah chip.

Sentimen Pemberitaan (Data Newsten)

Puncak pemberitaan terjadi pada 31 Mei 2022, saat Ahmad Muhibbuddin General Manager Corporate Communication AHM, mengumumkan keterlambatan pengiriman sepeda motor ke konsumen akibat masalah pasokan semikonduktor ini.

Linimasa Pemberitaan (Data Newsten)

Yussak Billy Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor menjadi top person dengan 200 pemberitaan. 

“Dalam 3 bulan berturut-turut sepanjang 2022, Honda berusaha memenuhi pemesanan di Indonesia dengan peningkatan penjualan sebesar 8% pada April 2022. 

Top Person (Data Newsten)

Sentiment Statement (Data Newsten)

Banjarmasin Post, Bisnis Indonesia, Kontan, Koran Kaltara, Metro Riau, airatransport.com, CNBC Indonesia, Metro TV menjadi media cetak, online, dan elektronik yang paling banyak menulis tentang kelangkaan chip. 

Media Distribution (Data Newsten)

Keriuhan Media Sosial Soal Inden Kendaraan

Produsen kendaraan mengakui terjadinya gangguan dalam produksi akibat terganggunya pasokan chip. Akibatnya, proses pengiriman kendaraan ke konsumen mengalami kendala. Konsumen harus inden beberapa waktu untuk mendapatkan kendaraan impiannya. Ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya, saat produksi tidak mengalami kendala. Kendaraan bisa dikirim dalam waktu tak kurang dari sepekan setelah proses pembayaran atau pembiayaan tuntas. 

Masalah inden kendaraan ini cukup ramai diperbincangkan selama periode Maret-April. Pemantauan serupa dilakukan di media sosial Twitter menggunakan tools dari Socindex milik PT Nestara Teknologi Teradata dengan menggunakan kata kunci “inden motor”, “inden sepeda motor”, dan “inden mobil”. Ketiga kata kunci melahirkan 704 engagement (jumlah interaksi berupa comment, post, share dan view), 268 talk (jumlah post dan comment), 444 likes, dan 24.830.948 audience (jumlah pengunjung media sosial yang terpantau) sepanjang periode 1 April hingga 31 Mei 2022.

Grafik 1. Aktivitas di Twitter

Puncak percakapan di Twitter terjadi pada tanggal 24 April 2022 pada saat akun @ridwanhr mencuit tentang menjual mobil bekas seorang temennya, dengan menyebutkan kalau membeli baru sekarang harus inden. Puncak percakapan berikutnya terjadi pada 21 Mei 2022, saat akun menfess @sbyfess memberikan cuitan tentang membeli dipersulit kalau membeli motor secara cash di diler, dan harus inden dulu, karena motor yang dipesan tidak ada stok yang tersedia. 

Grafik 2. Linimasa percakapan di Twitter

Selanjutnya akun-akun dari media sosial salah satu produsen otomotif dan media nasional di jajaran top akun dengan cuitan terbanyak. Akun seperti @AstraHondaCare, @Vivacoid, @detikoto, @CNNIndonesia, dan @KompasOtomotif menjadi 20 besar akun dengan cuitan terbanyak. 

Grafik 3. Top Account di Twitter

Sedangkan akun yang paling banyak disebut (mention) warganet adalah akun @AstraHondaCare. Topik pembicaraannya terkait dengan lamanya inden sepeda motor Honda, seperti Honda Scoopy, All New Honda BeAT, dengan estimasi waktu tunggu atau inden berbeda-beda di setiap daerah, untuk wilayah Jawa dengan estimasi inden 1,5 bulan dan 2 bulan untuk wilayah lainnya. 

Grafik 4. Top Mention di Twitter

Akun @ridwanhr (150,4 ribu pengikut) menjadi cuitan dengan jumlah likes dan retweet terbanyak. Ini dikarenakan ia adalah seorang YouTuber otomotif yang terkenal di Indonesia. Salah satu cuitannya terkait dengan membantu teman menjual mobil bekas, dengan menyebutkan harga terbarunya mobil tersebut, dan harus inden. 

Gambar 1. Tangkapan Layar Twitter Akun @ridwanhar (sumber:Twitter)

Inden Kendaraan Imbas Kelangkaan Chip

Produsen mengakui bahwa kelangkaan chip semikonduktor berdampak pada tidak lancarnya pengiriman kendaraan ke konsumen. Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya, menyebut proses produksi motor Honda tidak optimal di tengah kondisi langkanya chip semikonduktor. 

“Yang terdampak chip semikonduktor ini khususnya beberapa tipe skuter matik (skutik), itu kurang lebih ada beberapa tipe mungkin plus minus konsumen perlu menunggu sampai kurang lebih 1 bulan,” ujar Thomas. 

Thomas juga menyebutkan untuk segmen motor matik yang terdampak adalah pada segmen entry level hingga mid level. Segmen high end dan premium tidak terdampak pada kelangkaan semikonduktor ini. Skutik entry level besutan Honda yang dimaksud di antara lain adalah Beat, Genio, Scoopy dan Vario yang bisa dikatakan sebagai kontributor terbesar bagi penjualan AHM. 

Inden juga terjadi untuk pembelian mobil. Misalnya produk mobil baru Subaru Indonesia, Forester. Produk mobil ini tidak bisa langsung dikirim ke konsumen usai peluncurannya lantaran keterbatasan chip semikonduktor. 

Chief Operating Officer Subaru Indonesia, Arie Christopher Setiadharma, mengatakan konsumen baru bisa menerima produk mobil ini bulan Agustus untuk pemesanan di bulan Mei, yang artinya ada rentang waktu kurang lebih tiga bulan dari sejak peluncurannya. 

Sejumlah perusahaan otomotif juga harus membuat skema inden mobil yang baru akibat permasalahan ini. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan penjualan pada tahun ini sangat terkait dengan ketersediaan bahan baku, sehingga skema inden perusahaan harus menyesuaikan. Meskipun begitu, kondisi ini tidak bisa dipukul rata. Untuk permintan mobil Honda Brio contohnya paling lama bisa hingga tiga bulan tergantung daerah pemesanan, warna hingga tipenya. 

Produksi model dengan permintaan tinggi seperti Honda Brio, BR-V dan HR-V diakui oleh Billy sebagai model yang paling terpengaruh produksinya akibat gangguan pasokan chip ini. Billy mencontohkan untuk inden Honda All New HR-V mencapai empat bulan lamanya. Model lainnya seperti All New BR-V khususnya untuk varian Honda Sensing juga mengalami inden yang cukup lama. 

“Permintaan untuk All New HR-V saat ini sudah 8.671 unit per Jumat (13/5/2022) sore kemarin, sementara produksi baru bisa sekitar 1.500 per bulannya,” terangnya.

Kendaraan mobil mewah asal inggris, MINI, juga termasuk yang terkena imbasnya. Inden mobil ini pun memiliki waktu yang cukup panjang. Head of Mini Asia, Kidd Yam menyebutkan inden paling lama untuk produk mobil ini adalah satu tahun dan terjadi pada model-model performa tinggi dan limited edition seperti John Cooper Works. 

Jodie O'Tania, Direktur Komunikasi BMW Group, sebagai yang membawahi MINI di Indonesia mengungkapkan hal yang sama. Inden panjang hingga berbulan-bulan dapat terjadi karena krisis chip semikonduktor ini memang sangat berpengaruh terhadap banyak model yang masih diimpor secara utuh alias Completely Build Up (CBU). 

Tidak lancarnya pasokan menyebabkan penjualan motor selama periode Januari-April 2022 mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 1.766.822 unit menjadi hanya 1.702.058 unit atau turun 3,7%. 

Sementara untuk penjualan mobil dari Januari hingga Mei 2022 tercatat masih mengalami kenaikan 23% yakni dari 320.746 unit menjadi 396.153 unit. Khusus untuk Mei 2022, memang mengalami penurunan menjadi 49.453 unit dibandingkan 54.812 unit pada Mei 2021. Produsen menyebut pendeknya hari kerja pada bulan Mei menyebabkan rendahnya penjualan. 

Penjualan Motor dan Mobil Periode Januari sd April 2020-File Excel

Beralih ke Kendaraan Seken? 

Tidak lancarnya pasokan mobil baru menjadi peluang bagi bisnis mobil seken. Para penjual mobil bekas memperkirakan ada kenaikan penjualan karena konsumen beralih mencari mobil bekas karena inden mobil baru yang cukup lama. PT Serasi Mitra Mobil atau yang lebih dikenal dengan nama bisnisnya mobil88 salah satunya. Anak perusahaan PT Serasi Autoraya yang khusus menyediakan layanan jual-beli mobil bekas ini diuntungkan dengan adanya penurunan penjualan kendaraan baru akibat kelangkaan chip semikonduktor. 

Presiden Direktur mobil88, Naga Sujady bahkan menyebutkan kondisi krisis chip ini menjadi momen bagi pihaknya untuk berusaha meningkatkan penjualan mobil bekas. Pada periode Januari hingga April 2022, Mobil88 berhasil mencatat penjualan 5.000 unit, atau berarti mengalami peningkatan 13-15%. 

Hal berbeda bisa terjadi di pasar motor. Seperti disampaikan Deputi Direktur, Head of Motorcycle Financing PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Andy Sutanto yang menyatakan bahwa segmen sepeda motor bekas kontribusinya stabil karena punya pasar yang berbeda. Menurutnya, pembiayaan motor bekas meningkat karena pasar segmen ini sudah pulih.

“Buktinya saya lihat mitra dealer motor bekas kami sering kehabisan stok tipe motor yang laris,” kata Andy, seperti dilansir dari Bisnis Indonesia. 

Multifinance Putar Strategi

Tersendatnya pengiriman unit kendaraan memberikan tantangan tersendiri bagi industri pembiayaan atau leasing, yang sebenarnya sudah mencatat pertumbuhan positif pada tahun 2021. Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan, kondisi industri pembiayaan belum bisa stabil karena industri otomotif sedang mengalami masalah kelangkaan semikonduktor.

Direktur Marketing PT Federal International Finance (FIF Group), Antony Sastro Jopoetro juga mengakui, kelangkaan pasokan semikonduktor yang menyebabkan produksi sepeda motor Honda terkendala diperkirakan turut memengaruhi bisnis pembiayaan sepeda motor baru FIF Group sebagai penyalur pembiayaan resmi sepeda motor Honda. 

Menurutnya, tiap lini bisnis FIF Group memiliki kinerja yang baik hingga April 2022. Namun, terdapat potensi penurunan pekerjaan di lini bisnis new motor cycle (NMC) akibat kendala produksi sepeda motor. 

Menghadapi hal tersebut Anton menjelaskan perusahaan akan memacu kinerja di lini bisnis lainnya agar perusahaan tetap dapat bertahan dengan baik. Kendati demikian penyaluran pembiayaan FIF akan masih didominasi oleh pembiayaan sepeda motor baru yang porsinya mencapai 65 persen, kemudian motor bekas sebanyak 30 persen, serta pembiayaan multiproduk dan syariah 5 persen. 

PT Indomobil Finance Indonesia pun mengaku adanya dampak krisis semikonduktor pada industri pembiayaan. Meski demikian, perusahaan tidak terlalu cemas atas signifikansinya terhadap kinerja pembiayaan. 

Vice Chairman of Executive Board Indomobil Finance, Gunawan Effendi menyebutkan kinerja khusus bulan Mei 2022 memang mengalami penurunan. Terbatasnya pasokan unit juga diakuinya turut berperan memperlambat pertumbuhan bisnis pembiayaan, tetapi menurutnya hal tersebut belum tentu menggerus proyeksi tahunan. 

Deputi Direktur, Head of Motorcycle Financing PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Andy Sutanto mengatakan, total target pembiayaan sepeda motor masih belum berubah karena segmen baru dan bekas selalu saling mengisi. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Niko Kurniawan, Direktur Penjualan, Pelayanan dan Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance).

Pembiayaan kendaraan baru yang berkurang diantisipasi oleh perusahaan dengan mengalihkan fokus pembiayaannya pada kendaraan bekas.

“Kendaraan baru kurang stok tapi bukan berarti kita tidak bisa membiayai. Karena kita punya kendaraan bekas yang bisa dibiayai,” ucap Niko. 

Khusus untuk kredit sepeda motor, Deputi Direktur, Head of Motorcycle Financing Adira Finance, Andy Sutanto mengungkapkan saat ini total target pembiayaan sepeda motor masih belum berubah karena segmen motor baru dan bekas dapat selalu saling mengisi. Menurutnya, sepeda motor bekas kontribusinya terbilang stabil karena memiliki pasar yang berbeda. 

Adira Finance, pada tahun lalu mencatatkan pembiayaan baru senilai Rp25,9 triliun. Kontribusi motor baru sebanyak Rp9,41 triliun sedangkan motor bekas Rp1,7 triliun. Tahun ini, Adira Finance membidik pembiayaan mencapai Rp32 triliun, dengan persentase kontribusi dari kredit sepeda motor di kisaran serupa.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kenaikan jumlah pembiayaan perusahaan multifinance untuk objek pembiayaan kendaraan motor baru dari April 2021 ke April 2022 yakni sebanyak 4% yakni dari ke Rp63.985 miliar menjadi Rp66.815 miliar. Untuk objek pembiayaan motor bekas juga mengalami peningkatan sebanyak 6% yakni dari Rp18.083 miliar ke Rp19.195 miliar.

Dari objek pembiayaan mobil baru OJK juga mencatat peningkatan sebesar 7% yakni dari Rp109.645 miliar ke Rp116.893 miliar. Sedangkan mobil bekas mengalami kontraksi sebesar 3% yakni dari Rp56.403 miliar ke Rp54.918 miliar.

Meskipun sebagian besar objek pembiayaan pada per April 2022 mengalami peningkatan dibanding dengan April 2021 lalu, akan tetapi angkanya masih terbilang lebih rendah dibanding dengan tahun sebelum pandemi.

Angka Pembiayaan Kendaraan-File Excel

Krisis Semikonduktor yang Mengglobal

Industri otomotif sedang berjuang untuk mengatasi krisis chip yang terjadi secara global ini. Tidak seimbangnya supply dan demand merupakan pemicunya. Diperkirakan krisis chip baru akan mulai teratasi pada paruh kedua 2022. 

Sebelum pandemi, demand dan supply chip berimbang. Saat pandemi datang pada awal 2020, gaya hidup masyarakat secara total. Terjadi adaptasi digital secara masif di berbagai belahan dunia sebagai penyesuaian gaya hidup saat menghadapi pandemi. Kebutuhan terhadap barang-barang elektronik konsumer meningkat pesat karena kuncitara menyebabkan sebagian besar aktivitas masyarakat terfokus di rumah. 

Pada saat yang sama, industri otomotif harus menghadapi kenyataan pahit karena turunnya permintaan. Untuk menyesuaikan dengan permintaan kendaraan yang melambat, industri akhirnya mengurangi pasokan chip. Produsen chip kemudian mengalihkan produksinya untuk memenuhi kebutuhan chip terutama elektronik konsumer yang meningkat pesat.

Memasuki kuartal terakhir tahun 2020, industri otomotif ternyata mulai pulih. Permintaan tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Produsen menyadari hal tersebut sehingga mulai lagi menggenjot lini produksinya. Sayangnya, produsen chip tidak bisa langsung memenuhi permintaan dari industri otomotif karena tingginya permintaan dari elektronik konsumer. 

Selisih demand dan supply semakin menjauh. Produsen kewalahan untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Pada saat yang sama, produsen chip juga harus menghadapi kendala produksi pada masa pandemi. Sementara investasi baru juga tidak akan begitu saja menghasilkan karena membutuhkan waktu beberapa saat hingga akhirnya bisa berproduksi.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) sudah mengingatkan bahwa cadangan semikonduktor di sejumlah pabrik turun tajam. Dari survei terhadap lebih dari 150 perusahaan, suplai turun dari rata-rata 40 hari pada 2019 menjadi hanya 5 hari pada akhir 2021. 

“Dengan melonjaknya permintaan dan utilisasi penuh dari fasilitas pabrik yang ada, jelas bahwa satu-satunya solusi untuk menyelesaikan krisis ini dalam jangka panjang adalah membangun kembali kapabilitas manufaktur domestik,” kata Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo dalam pernyataannya. 

Krisis chip semikonduktor semakin menjadi dengan adanya invasi Rusia ke Ukraina. Kedua negara ini merupakan negara penghasil gas neon dan paladium untuk pembuatan chip semikonduktor. Rusia memproduksi neon gas lalu dipasok dan dimurnikan perusahaan kimia di Ukraina. Rusia merupakan negara pemasok utama palladium global, setidaknya 33% palladium diproduksinya. Logam inilah yang digunakan sebagai catalytic converter dalam industri otomotif.  Ukraina memproduksi 70% pasokan neon dunia, gas yang digunakan membuat chip. Perusahaan riset pasar Technet dari California menyebut harga neon meroket hingga 600% setelah pecah perang di Ukraina. 

Pasar semikonduktor kini memang sedang menjadi incaran. Menurut studi Fortune Business Insight, pasar semikonduktor global diperkirakan mencapai US$452,25 miliar pada 2021. Pasar diperkirakan tumbuh menjadi US$483 miliar pada 2022 dan US$893,10 miliar pada 2029, atau dengan CAGR 9,2% pada periode proyeksi. Meningkatnya penggunaan barang elektronik di berbagai dunia. Apalagi ada pengembangan teknologi artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan machine learning (ML) membuat pasar semikonduktor sangat cerah ke depan. 

Semikonduktor global saat ini bergantung pada pasokan 12 produsen besar yakni: 

Broadcom Inc (AS), 
Intel Corporation (AS), 
Qualcomm (AS), 
Samsung Electronics (Korsel), 
SK Hynix (Korsel), 
Taiwan Semiconductor (Taiwan), 
Texas Instruments (AS), 
Toshiba Corporation (Jepang), 
Maxim Integrated Products Inc (AS), 
Micron Technology (AS), 
NVIDIA Corporation (AS), 
NXP Semiconductor N.V (Belanda).


Perusahaan-perusahaan AS merupakan kunci. Itulah sebabnya Pemerintah AS memberikan perhatian yang serius terhadap masalah ini. Presiden AS Joe Biden telah mengajukan anggaran hingga US$52 miliar untuk merevitalisasi industri semikonduktor domestik.

Sejumlah perusahaan berinvestasi besar untuk memenuhi kebutuhan chip ini. Seperti Intel yang menyatakan akan menginvestasikan hingga US$20 miliar untuk membangun pabrik chip terbesar dunia di Ohio. Samsung juga sudah menetapkan investasi US$17 miliar untuk pabrik chip komputer di kota Taylor di Texas. Pabrik chip baru milik Samsung tersebut rencananya akan beroperasi pada semester II-2024. 

Hambatan yang Harus Segera Diatasi

Para produsen besar mencoba mengatasi mismatch dengan meningkatkan produksi. Masalah mungkin akan terselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, untuk saat ini kekurangan pasokan chip telah mengganggu produksi sejumlah sektor, termasuk otomotif.

Masalah kelangkaan chip ini tentu saja tidak boleh disepelekan, terutama dampaknya terhadap industri otomotif. Ini dikarenakan industri otomotif memiliki rantai yang cukup panjang, yang melibatkan investasi besar dan sumber daya manusia yang masif. 

-- Rantai produksi otomotif (File excel)

Sektor otomotif juga memberikan kontribusi yang besar pada perekonomian. Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sumber pertumbuhan kumulatif PDB pada tahun 2022 untuk industri pengolahan nonmigas pada triwulan pertama memberikan kontribusi sebesar 1,03%. Pada sektor ini termasuk di dalamnya adalah sektor industri alat angkutan yang memberikan kontribusi sebesar 0,24%. 

Jumlah ini merupakan peningkatan dari triwulan pertama tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2021 triwulan pertama sektor industri alat angkutan mengalami kontraksi sebesar 0,20%. Pada periode yang sama tahun 2020 kontribusi sektor ini pada pertumbuhan PDB yakni sebesar 0,08%. Jumlah tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2019 yang mengalami kontraksi sebesar 0,14%. 

Saat ini, untuk cakupan wilayah ASEAN, Indonesia memiliki industri mobil terbesar kedua setelah Thailand dalam hal produksi. Pencapaian produksi mobil Indonesia pada tahun 2019 bisa mencapai hingga 1.289.847 unit. 

Di Indonesia terhitung ada 22 perusahaan kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksinya yang mencapai 2,4 juta per tahun.  Sementara untuk perusahaan kendaraan bermotor roda dua terdapat sebanyak 26 perusahaan dengan kapasitas produksi 9,53 juta unit per tahun. Nilai investasi pada industri ini pun mencapai sekitar Rp99,16 triliun untuk kendaraan roda empat atau lebih dan sekitar Rp10,05 triliun untuk kendaraan roda dua. 

Ekspor Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih-File Excel

Upaya Pemerintah dan Asosiasi

Pemerintah bukan tak menyadari pentingnya peran industri otomotif ini. Kemenperin mengaku sudah melakukan lobi intensif sejak tahun lalu, agar para pelaku industri chip baik dalam maupun luar negeri mau ekspansi di Indonesia. Menurut Menperin, disrupsi rantai pasok chip sudah mengganggu seluruh produsen otomotif tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. 

Kemenperin pada Mei 2022 lalu pun menjajaki adanya peluang kerja sama  terkait pengembangan industri semikonduktor di Indonesia dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Qualcomm. Kemenperin mengajak Qualcomm sebagai salah satu perusahaan semikonduktor, software dan penyedia teknologi wireless terbesar untuk mengambil bagian dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasokan chip semikonduktor. 

Langkah ini dikatakan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai upaya untuk mendukung akselerasi digitalisasi di industri otomotif. Juga untuk membuka peluang keterlibatan industri-industri kecil dalam rantai industri tersebut. Pemerintah tengah membangun pusat pengembangan teknologi manufaktur terbaru, Indonesia Manufacturing Center. Kemenperin juga berharap Qualcomm dapat memberikan bantuannya dalam pengembangan Indonesia Manufacturing Center tersebut.

Namun, membangun pabrik semikonduktor akan membutuhkan waktu. Berdasarkan analisa McKinsey, waktu tunggu untuk produksi semikonduktor dapat melebihi empat bulan, sementara beralih ke pabrikan baru membutuhkan waktu satu tahun atau lebih. Semisal untuk ponsel butuh waktu 12 bulan dan untuk unit mikrokontroler otomotif butuh waktu 24-36 bulan. Artinya krisis pasokan semikonduktor tidak akan segera hilang. 

Untuk membangun pabrik semikonduktor dibutuhkan investasi US$10-12 miliar, dengan jangka waktu sekitar 3 tahun untuk bisa berproduksi. 

Selama belum ada tambahan produksi dari investasi baru tersebut, diperkirakan kelangkaan chip masih akan terjadi. Apalagi jika adaptasi digitalisasi semakin masif sehingga permintaan chip semakin melonjak. 

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menyatakan dampak kelangkaan chip semikonduktor yang sangat berpengaruh terhadap terbatasnya produksi kendaraan merupakan permasalahan yang sudah berada di luar ranah organisasi. Melihat kondisi ini Kukuh mengatakan, Gaikindo akan kembali menemui pemerintah untuk membahas persoalan tersebut. 

Sembari menunggu upaya-upaya pemerintah dalam menghadapi kondisi ini, Kukuh menuturkan bahwa Gaikindo terus berupaya untuk mencari alternatif pemasok semikonduktor. 

Hal serupa diungkapkan oleh Yulian Karfili, Public Relation & Digital Manager PT Honda Prospect Motor (HPM). Yulian menyampaikan bahwa perusahaan tengah berupaya mempertahankan ketersediaan pasokan chip semikonduktor ini. Salah satunya adalah dengan mencari alternatif pasokan chip semikonduktor. Menurutnya perusahaan harus memiliki beberapa pilihan pemasok komponen dalam menghadapi krisis ini. 

Terkait dengan peluang untuk melakukan produksi chip semikonduktor lokal sebagaimana yang sudah dilakukan beberapa pabrikan otomotif, Yulian menjelaskan jika perusahaan tengah mengkaji adanya peluang tersebut.   

Epilog

Krisis chip yang semula diremehkan ternyata mulai berdampak pada industri otomotif, yang penting bagi ekonomi Indonesia. Saat ekonomi mulai pulih dan permintaan akan kendaraan mulai meningkat, pabrikan tidak bisa memenuhi permintaan karena terkendala pasokan chip. Semua pemangku kepentingan harus mulai waspada dan tidak boleh meremehkan karena bisa memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi.