Konsumsi Kopi Indonesia Masih Jongkok

Kopi. Coffee. コーヒーKoffie. Goth water”—menurut sebuah meme. Langsung diminum, dengan gula, atau tambah susu dan krimer–apapun remix-nya, kopi dicintai oleh banyak orang. Kopi terutama sangat populer di kalangan orang dewasa–dari kuli yang minum kopi hitam instan dari gelas aqua, pekerja kerah putih SCBD yang lebih suka kopi cafe, pekerja lepas yang demen nongkrong berjam-jam di cafe, sampai mahasiswa—yang harus begadang demi mengejar tugas. Luas sekali bukan pasar peminum kopi ini? 

 

Produksi Kopi

 

Walaupun rasanya kepopularitasan kopi terus naik, konsumsi kopi Indonesia terhitung kecil. Per tahun 2020, konsumsi kopi Indonesia adalah 5 juta kantong berukuran 60 kilogram. Artinya, konsumsi kopi per kapita Indonesia adalah 1,5 kg/orang, tak ada apa-apanya dibandingkan Finlandia yang konsumsi kopi per kapitanya 12kg/orang dan Jerman 6,5kg/orang. 

 

Namun untuk urusan produksi, Indonesia menempati posisi keempat alias setara 12 juta kantong 60 kg kopi. Kalah jauh dibandingkan Brazil (63,4 juta kantong 60kg), Vietnam (29 juta kantong 60kg), dan Kolombia (14,3 juta kantong 60kg). 

 

Soal produktivitas lahan, Vietnam juaranya. Satu hektar lahan kopi menghasilkan 2,4 ton kopi, sangat jauh dari Indonesia yang hanya memproduksi 0,5 ton kopi/hektarnya. Rahasianya? Dukungan pemerintah yang besar

 

Jenis Kopi

 

Kopi terbagi menjadi tiga jenis: arabica, robusta, dan liberica. Kopi arabica merupakan jenis kopi yang paling banyak ditanam di seluruh dunia. Arabica pada umumnya dianggap memiliki kualitas lebih tinggi dibanding robusta, sehingga harganya lebih mahal dibanding robusta. Sedangkan liberica terhitung langka karena kualitasnya dianggap tidak sebagus arabica dan robusta. 

 

Kafein vs Decaf

 

Kabar baik bagi kalian yang punya sakit maag tapi terlanjur kecanduan kopi: sekarang kalian bisa minum kopi decaf! Sesuai dengan namanya, kopi decaf merupakan kopi dengan kandungan kafein minim. Kalau kopi biasa mengandung 70-140 mg kafein per gelas, kopi decaf hanya mengandung 0-7 mg kafein. 

 

Tapi sedihnya, kopi decaf memiliki kandungan antioksidan 15% lebih rendah dari kopi biasa. Ini karena proses dekafeinasi juga ikut melarutkan kandungan antioksidan kopi.  

 

Kopi Bikin Mules?

 

Orang kerap menduga kafein adalah pemicu mulas setelah minum kopi. Tapi tak semudah itu Ferguso—sampai sekarang, tidak ada yang tahu secara pasti senyawa kimia apa yang memicu reaksi mulas. Ini karena kopi memiliki banyak sekali kandungan antioksidan dan anti-inflamasi. Mencari zat mana yang mengeluarkan efek tersebut akan sangat sulit, apalagi mengingat kopi sering memicu reaksi yang cepat di perut.
 

Tapi karena reaksi yang cepat inilah yang membuat kopi bagus untuk diminum pasca-operasi. Keberadaan kopi mempercepat proses pencernaan pasien sebanyak 15-18 jam, mengurangi rasa sakit akibat konstipasi yang sering terjadi pada pasien.

 

Kopi Bikin… Ngantuk?

 

Percaya atau tidak, kopi bisa membuat orang mengantuk. Memang dalam jangka pendek kopi bisa membuat kita terbangun, tapi efek panjangnya membuat kita mudah lelah dan mengantuk. Fenomena ini disebut sebagai “sleep pressure”, alias alarm tubuh yang mengatur kapan kita mengantuk dan tidur. 

 

Sleep pressure diatur oleh adenosine, senyawa kimia yang bertanggung jawab membuat kita merasa capek. Selama kita meminum kopi, kafein menghalangi adenosine dari menempel ke reseptor otak. Setelah kafein hilang dari otak, adenosine yang menumpuk langsung menggantikan kafein, menyebabkan kita mengantuk di siang bolong.

 

Satu-satunya cara untuk mengembalikan level adenosine ke 0 adalah tidur. Jika kita memaksa untuk terus bangun dengan minum kopi, badan hanya akan terus menumpuk adenosine sehingga kita jauh lebih mengantuk. Tubuh juga akan meningkatkan jumlah protein yang diperlukan untuk memproses kafein yang masuk, sehingga kita perlu minum lebih banyak kopi untuk tetap ‘bangun’.

 

Maksimal Ngopi Sehari

FDA menyebutkan maksimal konsumsi kafein sehari sebanyak 400 mg alias sekitar 3-4 gelas kopi per hari. Tapi ya perlu dicatat batas maksimal orang yang sensitif terhadap kafein dan mereka yang tiap hari minum minimal 2 gelas sehari tentunya bakal sangat berbeda. 

Para ahli kesehatan juga menyarankan orang-orang untuk tidur siang 15 menit-1 jam alih-alih minum kopi. Ini karena mengkonsumsi kafein terlalu banyak bisa menyebabkan efek negatif, seperti gemetar, merasa cemas, sakit perut, pusing, dan bahkan disforia. 

Omong-omong soal maksimal ngopi, ada lho orang Aceh yang bisa minum kopi 30 gelas hanya dalam waktu 6 menit. Polisi sih bilangnya pria yang minum kopi sebanyak itu sehat-sehat saja. Semoga saja benar ya.