Ramai-ramai Program Makan Siang Gratis Masuk APBN

Ramai-ramai Program Makan Siang Gratis Masuk APBN
Shavia Azharra
Binokular
Shavia Azharra

·
Follow

Published in
Binokular

·
8 min read
·
Mar 1, 2024

Program makan siang gratis yang menjadi salah satu visi-misi pasangan calon presiden-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran kembali ramai diperbincangkan. Keramaian ini muncul menyusul kabar program tersebut dibahas dalam rapat sidang kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini memantik keramaian publik sebab pasangan capres-cawapres tersebut belum dilantik tetapi programnya sudah masuk dalam bahasan rapat sidang kabinet Presiden.

Tidak berhenti di situ, keramaian kembali muncul selepas Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto memastikan bahwa program yang disebut-sebut sebagai top program pasangan nomor urut 2 tersebut masuk dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Airlangga menyampaikan pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp15 ribu per anak dalam pelaksanaan program tersebut. Adapun anggaran yang disediakan untuk program makan siang gratis dan program pemberian susu gratis mencapai Rp400 triliun. Airlangga mengungkap rincian dari program makan siang dan susu gratis tersebut didiskusikan dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025 pada rapat kabinet Senin lalu (26/2/2024).

Senada dengan Airlangga, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia turut mengonfirmasi adanya pembahasan terkait tahap awal program makan siang gratis dalam rapat bersama Presiden Jokowi. Bahlil juga memastikan program tersebut telah masuk dalam RAPBN 2025. Menurutnya pembahasan Rapat Kerja Pemerintah (RKP) 2025 dan RAPBN 2025 diharuskan mengakomodasi program-program presiden terpilih.

Masuknya program dari pasangan calon Prabowo-Gibran ke dalam RAPBN 2025 memantik reaksi publik sebab kedua calon tersebut belum resmi dilantik. Belakangan Presiden Jokowi membantah adanya pembahasan program makan siang dalam rapat sidang kabinet. Jokowi menyebut tidak ada pembahasan secara spesifik soal program tersebut. Ia hanya menekankan program presiden terpilih nantinya harus sudah dimasukkan dalam rencana anggaran 2025 untuk memudahkan dan mempercepat kerja pemerintahan periode selanjutnya.

Sumber Anggaran

Program makan siang dan susu gratis merupakan program janji paslon nomor urut 02 sebagaimana yang tertulis dalam dokumen visi-misinya. Program makan siang gratis bertujuan untuk mengatasi masalah stunting dan akan menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga pesantren.

Bersama program tersebut, Prabowo-Gibran juga berjanji akan memberikan bantuan gizi kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan serta membantu ekonomi keluarga. Kedua program tersebut menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029.

Airlangga mengungkap calon penerima program makan siang gratis mencapai 70,5 juta orang. Adapun rincian penerimanya adalah anak balita (22,3 juta), anak TK (7,7 juta), anak SD (28 juta) dan anak SMP hingga Madrasah (12,5 juta). Alokasi anggarannya akan menyesuaikan dengan jumlah penerima tersebut. Airlangga menambahkan, penerima makan siang gratis ditetapkan berdasarkan prioritas yang akan langsung dijalankan pada awal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran memperhitungkan bahwa program ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 450 triliun untuk berjalan penuh pada 2029. Namun untuk tahap awal program ini, yang rencananya akan dimulai pada 2025, butuh anggaran sekitar Rp100 triliun-Rp120 triliun.

Dewan Pakar TKN, Budiman Sudjatmiko memaparkan dari dana tersebut, setiap tahunnya akan diperlukan pasokan 6,7 juta ton beras, 1,2 juta ton daging ayam per tahun, 500.000 ton daging sapi per tahun, 1 juta ton daging ikan per tahun, serta 4 juta kiloliter susu sapi segar per tahun. Budiman menambahkan butuh alokasi anggaran sebesar Rp50 triliun hingga Rp60 triliun dari total kebutuhan pembiayaan sebesar Rp100 triliun-Rp120 triliun pada tahun pertama program ini dimulai.

Mengenai sumber dana jumbo anggaran tersebut, Prabowo pada November 2023 lalu menjelaskan, program makan siang gratis akan dijalankan menggunakan alokasi dana APBN untuk pendidikan dan perlindungan sosial. Menurutnya, anggaran 2024 untuk pendidikan dan perlindungan sosial saja sangat besar dan dirasa cukup untuk memulai program ini.

Data Litbang Kompas mencatat dibandingkan dengan total APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun, porsi anggaran untuk makan siang dan susu gratis cukup besar yakni mencapai 12%. Dengan tambahan program ini, belanja negara juga akan meningkat menjadi Rp 3.724,7 triliun. Jumlah anggaran sekitar Rp 400 triliun tersebut juga akan “bersaing” dengan anggaran untuk sektor lain, seperti pembangunan dan perawatan infrastruktur senilai Rp 423,4 triliun.

Risiko Ganggu Stabilitas APBN

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai persoalan masuknya program makan siang gratis dalam APBN adalah risiko terbatasnya ruang fiskal yang tersedia. Hal ini mengingat tanpa adanya program makan siang gratis, APBN 2023 sudah mengalami defisit hingga sebesar Rp347,6 triliun.

Ia menambahkan jika program tersebut nantinya dibiayai sepenuhnya oleh APBN hanya akan menjadi beban anggaran terbesar setelah pendidikan dan perlindungan sosial. Hal ini juga melihat pada anggaran pendidikan yang porsinya mencapai 20% dari APBN tetapi belum mumpuni untuk menuntaskan persoalan pendidikan di dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap program yang diusung oleh Prabowo-Gibran tersebut harus dikaji secara seksama, termasuk potensi defisit yang dapat terjadi terhadap APBN 2025 nanti. Ia menekankan pemerintah dalam sebulan ke depan akan mengkaji pagu indikatif sebagai pedoman penetapan pagu anggaran terkait menempatkan program makan siang gratis kepada kementerian/lembaga yang tepat.

Hal senada turut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen. Satu meminta meminta program yang dijanjikan oleh Prabowo-Gibran tersebut untuk direncanakan dengan matang khususnya dalam aspek anggaran.

Ia menegaskan pemerintah untuk dapat tetap patuh dengan aturan defisit fiskal. Hal tersebut mengingat program makan siang dan susu gratis pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) sebagaimana dalam peraturan perundangan-undangan. Diketahui sebelumnya, pemerintah telah memperlebar defisit APBN 2025, dari 2,29% di tahun ini menjadi 2,45%-2,8%.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pendanaan program makan siang gratis mestinya tidak mengambil dari anggaran belanja rutin. Menurutnya pemerintah perlu mencari pembiayaan kreatif lain seperti melalui dana hasil putusan pengadilan yang sudah inkracht seperti dana lelang aset BLBI hingga melalui objek pajak baru seperti penerapan pajak kekayaan untuk perusahaan di sektor komoditas primer.

Ia juga menilai program tersebut sebenarnya belum cukup mendesak. Bahkan apabila disalurkan dalam bentuk barang dapat berpotensi untuk membuka celah modus korupsi seperti pengadaan fiktif hingga mark-up pengadaan barang berkualitas buruk. Terkait penanganan stunting, ia pun meminta pemerintah untuk dapat berpikir jangka panjang ketimbang jangka pendek seperti dengan melakukan perbaikan pendapatan masyarakat miskin hingga keterjangkauan harga dan stok pangan di daerah-daerah miskin.

Perbincangan di Media Sosial X

Jangkara memantau keramaian warganet dalam menanggapi kabar program makan siang gratis. Dibantu dengan alat big data Socindex milik PT Nestara Teknologi Teradata, Jangkara memantau kata kunci “makan siang gratis” di periode tanggal 20 hingga 28 Februari 2024.

Hasil pemantauan oleh Socindex menunjukkan sepanjang periode tersebut pembicaraan tentang program makan siang gratis dibicarakan oleh lebih dari 5,8 juta akun dengan jumlah pembicaraan mencapai 6.481 pembicaraan dan 88.875 engagement.


Statistik Percakapan di X dengan Kata Kunci “makan siang gratis” (Sumber: Socindex)
Puncak keramaian tentang program makan siang gratis di X terjadi di tanggal 26 Februari 2024. Jumlah interaksi pada tanggal tersebut mencapai 1.633 percakapan dengan 28 ribu lebih likes dan virality mencapai 10.164. Pembicaraan kemudian berangsur turun di hari-hari berikutnya.


Linimasa Percakapan Program Makan Siang Gratis di X (Sumber: Socindex)
Cuitan bersentimen negatif tampak mendominasi percakapan mengenai program makan siang gratis. Beberapa cuitan bernada negatif didominasi oleh kritik sejumlah akun pribadi tentang rencana masuknya program tersebut ke dalam RAPBN. Sentimen negatif juga muncul dari cuitan yang mempertanyakan dibahasnya program tersebut oleh pemerintahan Jokowi ketika kedua pasangan calon Prabowo-Gibran bahkan belum resmi dilantik.


Sentimen Perbincangan Tentang Makan Siang Gratis di Twitter (Sumber: Socindex)
Salah satu cuitan yang cukup ramai mendapat atensi warganet disampaikan oleh Juru Bicara Tim Pemenangan Anies-Muhaimin, Indra Charismiadji melalui akun pribadinya, @icharis. Dalam cuitan tersebut Indra mempertanyakan program milik pasangan calon Prabowo-Gibran yang belum dilantik tetapi telah dibahas dalam rapat sidang kabinet yang dipimpin oleh Jokowi.


Tangkapan Layar Cuitan @icharis (Sumber: X)
Keramaian di media sosial X mengenai program makan siang gratis juga disampaikan melalui pemberitaan yang diunggah dalam cuitan akun milik media seperti @VIVAcoid, @kumparan, @detikcom dan @tempodotco. Cuitan dari @VIVAcoid bahkan menjadi salah satu cuitan dengan comment terbanyak (top comment) yakni mencapai 357 comments.


Top Comment Perbincangan Tentang Makan Siang Gratis di X (Sumber: Socindex)
Pemberitaan Media Konvensional

Pemberitaan mengenai program makan siang gratis juga mendapat porsi yang cukup besar di media konvensional. Melalui alat big data Newstensity milik PT Nestara Teknologi Teradata, Jangkara memantau pembicaraan tentang isu tersebut di periode waktu 20 Februari hingga 28 Februari 2024.

Menggunakan kata kunci “makan siang gratis” ditemukan jumlah pemberitaan mencapai sebanyak 3.790 berita. Adapun puncak keramaian berita mengenai program makan siang gratis terjadi di tanggal 27 Februari 2024 yakni mencapai 1.352 berita, menyusul kabar dimasukkannya program tersebut ke dalam RAPBN 2025 yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada tanggal tersebut.


Lini Masa Pemberitaan Program Makan Siang Gratis (Sumber: Newstensity)
Berbeda dengan sentimen pembicaraan di sosial media, pemberitaan tentang program makan siang gratis di media konvensional didominasi oleh sentimen positif. Sentimen positif didorong oleh berita mengenai pernyataan Airlangga Hartarto dalam memastikan masuknya program makan siang gratis ke dalam RAPBN 2025. Sementara pemberitaan bersentimen negatif diwarnai dengan sejumlah headline berita mengenai kritik sejumlah pihak seperti pengamat hingga pemangku kebijakan lainnya tentang masuknya program makan siang gratis ke dalam RAPBN 2025.


Sentimen Pemberitaan Program Makan Siang Gratis (Sumber: Newstensity)
Sementara itu berdasarkan media share, idntimes.com menjadi media online paling banyak yang memberitakan tentang program makan siang gratis yakni hingga mencapai 141 berita disusul oleh kgnow.com sebanyak 98 berita dan tempo.co sebanyak 89 berita. Dari media elektronik terdapat Metro TV sebagai media yang memberitakan program makan siang gratis terbanyak yakni mencapai 50 berita.


Media Share Pemberitaan Program Makan Siang Gratis (Sumber: Newstensity)
Epilog

Program makan siang gratis yang menjadi janji unggulan pasangan calon Prabowo-Gibran telah memantik keramaian publik sejak awal program ini digaungkan dalam visi-misi pasangan calon tersebut. Publik pun mempertanyakan mulai dari implementasi dan dampak program tersebut ke depannya hingga total anggaran pelaksanaan program yang dinilai tidak sedikit. APBN disebut menjadi sumber pendanaan program yang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan stunting tersebut. Hal ini menambah persoalan lain sebab realisasi defisit APBN tahun lalu yang masih dinilai tinggi, program ini dinilai hanya akan semakin membebani APBN ke depannya.

Makan Siang Gratis
Prabowo Subianto
Gibran Rakabuming
Media Monitoring
Social Listening