Saga Twitter yang Anda Tahu Jelek, tetapi Anda Tak Ingin Melewatkannya!

Twitter tampak mengamini satu-satunya falsafah cryptobros yang memegang Dogecoin seperti iman: Dogecoin adalah masa depan. Dan masa depan itu adalah hari ini, di mana pada layar Twitter anda kini nongol kepala anjing yang, alih-alih terlihat seperti logo, ia terlihat seperti upil kering menempel di desktop anda.

 

Publik masih ingat masa-masa bahagia saat Elon Musk mengampanyekan cryptocurrency. Kegembiraan itu singkat karena Elon Musk, yang menyebut dirinya "Bapak Doge"—apa persamaan Soeharto dan Elon Musk? Keduanya sama-sama bapak-bapak—kini harus berhadapan dengan gugatan senilai $258 miliar karena perannya "menjalankan skema piramida" untuk menipu para investor dengan Dogecoin. Menanggapi gugatan itu, Musk berpendapat bahwa twitnya (tentang Dogecoin) ”tak berbahaya dan cuma lucu-lucuan aja. Elu aja yang terlalu serius nanggepinnya, bro.” Ia juga menambahkan bahwa tuduhan yang dilayangkan kepadanya “fanciful work of fiction.”

 

Mari kita membayangkan skenario fiktif yang lebih fancy: Kalau Musk kalah dalam gugatan ini, dia harus menjual lebih dari 32 miliar tanda centang biru untuk menutup kerugiannya. Ya benar, teman-teman, orang yang pernah terkenal ngetwit "Harga saham Tesla terlalu tinggi menurut sy" mungkin segera meminta pengikut fanatiknya untuk, yuk, mari kita bekerja sama membeli tanda centang biru dalam semangat berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

 

Sementara di ujung jalan, di sebuah warkop di salah satu gang di San Fransisco, seorang tukang ingsinyur Twitter mengemban tugas amat berat untuk mengubah logo platform dari burung ke gambar Dogecoin, atas permintaan Musk. Kita hanya bisa membayangkan apa yang terjadi di dalam kepala tukang ingsinyur malang itu saat ia berusaha keras menyelesaikan tugas ini sambil bertanya-tanya dosa apa yang ia lakukan di 1000 kehidupan sebelumnya hingga ia harus terlibat dalam kekacauan ini.

 

Seorang vokalis berkebangsaan Inggris  yang juga  seorang petualang waktu, melihat kejadian ini pada 2023 lalu ia kembali ke tahun 2002, membentuk sebuah band yang terinspirasi dari nama hewan juga, seperti Doge, bernama ‘Arctic Monkey’ dan kemudian mengabadikan cerita fiktif di atas dalam sebuah lagu berjudul Fake Tale From San Fransico.

 

Sementara kasus di pengadilan sedang berlangsung, para investor menuduh Musk dengan sengaja meningkatkan harga Dogecoin lebih dari 36.000% selama dua tahun dan kemudian membiarkan harga jatuh, menghasilkan miliaran dolar keuntungan atas nama investor Dogecoin lainnya. Mereka berpendapat bahwa Musk tahu bahwa mata uang tersebut tidak memiliki nilai intrinsik, tetapi tetap mempromosikannya juga, sehingga menyebabkan kerugian keuangan yang meluas. Adapun Dogecoin Foundation, sebuah nirlaba yang juga disebut sebagai tergugat dalam gugatan ini, sibuk mencari alasan buat bebas dari gugatan.

 

Hanya Gusti Allah dan Elon Musk yang tahu kapan obsesi Musk terhadap Doge berbalik menggigitnya dan, sebagai seorang penonton profesional, kita cuma bisa nonton dan lihat bagaimana kelanjutan drama ini. Setidaknya untuk saat ini, kita semua dapat duduk tenang dan menikmati anjing kecil di sudut kiri atas laman depan Twitter.


Penuh Drama! Penuh Ketegangan! Seperti Sinetron Jelek Banget tapi Kita Tetap Menonton Sampai Habis

 

Yuk kita bayangkan sebuah FTV berjudul, “Pacarku Ternyata Seorang CEO

 

FADE IN:

 

INT. APARTEMEN - SIANG HARI

 

SULAIMAN sedang duduk di sofa, menggulirkan ponselnya. Tiba-tiba, ponselnya bergetar dan dia melihat pesan dari pacarnya, ELON MUSK.

 

ELON: [pesan teks] Hai sayang, bisa ngobrol nanti ga? Aku ada sesuatu penting yang harus kusempaikan.

 

Jantung SULAIMAN berdegup kencang saat mengetik membalas.

 

AKU: [pesan teks] Ya, boleh dong. Ada apa, ya?

 

ELON: [pesan teks] Sebetulnya…

 

Aku…

 

Seorang…

 

CEO.

 

Mataku membesar kaget.

 

SULAIMAN: [pesan teks] HAH? MINDBLOWING

 

ELON: [pesan teks] Maaf aku tak berterus terang. Bukan aku tak mempercayaimu. Namun, sebelum aku mengakuisisi Twitter seharga $44 miliar, aku ingin menemuimu.

 

SULAIMAN hampir tidak bisa menahan kegembiraannya.

 

ELON: [pesan teks] Tapi ini bukan hanya soal akuisisi. Aku punya rencana besar untuk Twitter, dan aku ingin kamu ikut dalam rencana ini.


 

SULAIMAN: [pesan teks] Maksudmu?

 

ELON: [pesan teks] Aku ingin kamu membantuku dengan transisi. Aku akan menjadikanmu penasihat strategis dan kita bisa bekerja sama untuk membuat Twitter menjadi yang terbaik.

 

Hati SULAIMAN dag dig dug, terlihat dari bola matanya yang berbinar mencerminkan keharuan.

 

SULAIMAN: [pesan teks] Aku suka sekali ide itu. Kamu memang terbaik, Elon.

 

INT. SAN FRANSISCO - WAKTU MAGRIB 

 

SULAIMAN diperkenalkan pada sekelompok tokoh, dari eksekutif teknologi hingga tokoh media, semua berlomba-lomba untuk menjadi bagian dari pengambilalihan Twitter Musk.

 

SULAIMAN menyadari bahkan milyuner tidak kebal terhadap pesona akun Twitter Elon Musk. Mereka memuji dia, bahkan seperti siap menawarkan diri untuk meloncat ke jurang, dan mengusulkan segala jenis ide pada orang yang mungkin saja menjadi salah satu orang terkaya yang pernah ada dan ternyata adalah kekasihnya.

 

JASON CALACANIS: [pesan teks] Bro, gue punya ide

 

ELON: [centang dua biru]

 

JASON CALACANIS: [pesan teks] Bro, bro gimana kalo kita godain pemegang saham Saudi yang waktu itu nolak lu. Bisa jadi "lawan debat" jitu bro.

 

ELON: [pesan teks] Oke, lo jadi penasihat strategis gue, Bro Calacanis.

 

CALCANIS: Mantap. Tau aja lu bro, jadi CEO Twitter adalah pekerjaan impian gue.

 

SULAIMAN juga menemukan pesan JOE LONSDALE, salah satu pendiri Palantir, tapi tidak digubris.

 

JACK DORSEY: [pesan teks] Bro, gue tau lo percaya gagasan besar. Gue punya ide buat lo supaya lo bisa mengubah dunia dengan cara bikin Twitter jadi open source.

 

ELON: [pesan teks] emoji senyum

 

Saat SULAIMAN membaca pesan-pesan yang masuk ke dalam ponsel Musk, dia mulai menyadari sifat sejati beberapa orang terkaya dan terkenal di dunia. Namun, meskipun ada drama dan intrik, SULAIMAN menghela napas panjang. Ia masih tidak percaya selama ini ia berpacaran dengan ELON MUSK.

 

SULAIMAN: Hidup memang seperti sekotak cokelat.

 

FADE OUT.

 

Kelanjutan dari FTV itu adalah kenyataan yang tak kalah seru.

 

Seperti Allah bikin dunia, Musk cuma butuh tujuh hari sejak jadi CEO Twitter buat bikin pengiklan melakukan eksodus besar-besaran. Kekhawatiran tentang meningkatnya hoaks, ujaran kebencian, dan konten-konten jelek di bawah kepemimpinannya membuat merek-merek besar melarikan diri dari Twitter. Dan Musk, yang pantang mundur dari konfrontasi, mengancam akan mempermalukan mereka secara publik atas eksodus itu.

 

Seperti badut yang tempramental, dia nge-twit begini: https://twitter.com/elonmusk/status/1588676939463946241?lang=en

 

Tapi, ancamannya sepertinya tidak berhasil. Bahkan, situasinya semakin buruk pasca twit itu.

 

Di tengah kebingungan itu, dia menambahkan cita-cita baru tentang kebebasan berbicara. Twitter adalah suaka bagi kebebasan berbicara yang absolut buat semua orang, katanya, sambil bersumpah bahwa dia tidak akan mengubah Twitter menjadi "free-for-all hellscape". Pernyataan demi pernyataan Elon yang saling menggebuki dirinya sendiri bikin orang makin malas dan bingung, bahkan membuat tukang obat di Pasar Citayam terlihat sepuluh kali lebih baik karena sejak saat itu, ujaran kebencian di platform tersebut mengalami peningkatan besar-besaran, penggunaan N-words melonjak 500%, dan penganut teori konspirasi berkerumun seperti kawanan belalang di suatu lapangan bola di kaki gunung Salak pada musim kemarau.

 

Setelah melalui drama demi drama, lekukan demi lekukan cerita, dan thread-thread super panjang, kini kita tiba di masa depan di mana Twitter punya logo Dogecoin!

 

Kita bisa membayangkan dialog di kantor Twitter, di mana SULAIMAN dan ELON duduk berhadapan hanya dipisahkan suatu meja kurang dari 100 cm dan suasana yang disusun sedemikian romantis.

 

ELON: Bagaimana tanggapan orang tentang logo Doge, sayang? Keren, kan?

SULAIMAN: Mereka bilang norak dan katrok banget

ELON: [berpikir sebentar] Sempurna. Berarti aku berhasil. Sebentar lagi kita akan menguasai dunia.

PINKY (dari PINKY & THE BRAIN): Sori, nih Bg Elon, bukan ape-ape tapi layar tancepnye udah abis, bisa ga bayar kacang dulu? Ane mau pulang, udah ditungguin anak istri di rumah.