Sistem yang Mereka Lawan Bernama Wallstreet

Tim Commerford duduk dengan gelisah di kursinya yang empuk. Jauh di lubuk hatinya, Commerford tahu bahwa dia tidak akan meraih kemenangan malam itu. Bukan karena dia dan teman-temannya tidak cukup bagus tetapi karena mereka terlibat dalam sebuah kontes yang menghargai popularitas alih-alih kualitas.

 

Meski tahu bahwa kans meraih kemenangan cukup kecil, Commerford sungguh-sungguh menginginkannya. Bukan untuk menunjukkan bahwa dia dan kawan-kawannya adalah yang terbaik, tetapi lebih karena mereka ingin mengacungkan jari tengah kepada industri yang mereka geluti.

 

Di sebelah Commerford duduklah Michael Moore. Tak seperti Commerford, Moore jauh lebih kalem. Barangkali, harapan itu tidak pernah terlintas sedikitpun di benak Moore yang memang tak terbiasa bergelut dengan dunia gemerlap. Maka, ketika Commerford mengutarakan niatnya, Moore memilih untuk menjawab sekenanya.

 

"Hey, Bung. Kalau sampai kamera itu tidak menyorot kita, aku akan panjat patung itu dan aku bakal duduk di atasnya seperti patung gargoyle," ucap Commerford.

 

"Lakukan apa yang menurutmu benar, Tim. Ikuti kata hatimu," sahut Moore.

 

7 September 2000, Radio City Music Hall, New York City. Malam itu, MTV menggelar acara penghargaan tahunannya, Video Music Awards, yang pertama kali diadakan pada 1984. Commerford dan Moore ada di satu kubu. Commerford adalah pembetot bas Rage Against the Machine, Moore adalah sosok yang menyutradarai video musik "Sleep Now in the Fire" milik grup musik tersebut.

 

Commerford dan Moore hadir bersama personel RATM lain: Zach de la Rocha (vokal), Tom Morello (gitar), dan Brad Wilk (drum). Band asal Los Angeles tersebut hadir di malam penghargaan VMA 2000 karena video musik "Sleep Now in the Fire" menjadi salah satu nomine video musik rock terbaik bersama "Higher" (Creed), "Cowboy" (Kid Rock), "Falling Away from Me" (Korn), "I Disappear" (Metallica), dan "Break Stuff" (Limp Bizkit).

 

Akhir 1990-an dan awal 2000-an adalah eranya nü-metal, cabang musik metal yang dihiasi elemen-elemen dari hip-hop, funk, industrial, sampai grunge. Mulanya, musik ini dimainkan oleh sekawanan kecil pemuda kulit putih yang merasa tidak diterima di skena mana pun. Seiring berjalannya waktu, lewat lagu-lagu yang keras tapi mudah dicerna, nü-metal pun menjadi simbol keresahan generasi muda dan akhirnya menjadi salah satu subgenre terpopuler sepanjang masa.

 

Korn boleh jadi pelopor nü-metal tetapi Limp Bizkit-lah yang mengerek popularitas subgenre itu ke level yang lebih tinggi, sebelum nantinya ada Linkin Park yang membuatnya mendunia. Akhir 1990-an adalah eranya Limp Bizkit. Kala itu, merekalah rockstar terbesar di muka bumi. Tampil di MTV sudah barang lazim buat Limp Bizkit, begitu pula dengan mengisi kolom pemberitaan tabloid serta majalah gosip selebriti.

 

Limp Bizkit adalah lawan terberat RATM dan semua grup musik yang videonya dinominasikan pada MTV VMA 2000 karena mereka adalah yang paling populer.

 

Commerford tidak menyukai Limp Bizkit. Dia menganggap Limp Bizkit sebagai "salah satu band terbodoh dalam sejarah musik". VMA 2000 itu pun dilihat Commerford sebagai pertempuran Limp Bizkit vs RATM dan Fred Durst vs Michael Moore karena video klip "Break Stuff" disutradarai sendiri oleh Durst yang merupakan frontman Limp Bizkit.

 

Ada sedikit arogansi dalam diri Commerford karena dia melihat dirinya, serta bandnya, berada setingkat (atau malah beberapa tingkat) di atas Limp Bizkit dari segi kualitas serta intelektualitas. Secara intelektualitas, RATM memang berada jauh di atas Limp Bizkit karena mereka berbicara soal isu-isu sosial. Secara kualitas, RATM pun memiliki sosok Tom Morello yang dianggap dewa gitar oleh banyak orang.

 

Namun, anggapan Commerford itu tak sepenuhnya benar. Limp Bizkit memang tak banyak bicara soal isu sosial tetapi lagu-lagu mereka senantiasa berisi amarah dan rasa frustrasi. Itulah yang membuat banyak orang bisa merasakan apa yang dinyanyikan Durst. Selain itu, Limp Bizkit pun memiliki sosok gitaris andal dalam diri Wes Borland yang mampu memunculkan riff-riff dengan efek ajaib.

 

Terlepas dari itu, apa yang dipikirkan Commerford tersebut sebetulnya telah jadi anggapan umum. Limp Bizkit memang populer tetapi tak sedikit yang membenci mereka, bahkan membenci nü-metal secara keseluruhan. RATM sendiri, meski memiliki unsur hip-hop di lagu-lagunya, tak pernah dipandang sebagai band nü-metal karena mereka tidak pernah menjadi bagian dari skena tersebut. RATM adalah band rock yang memiliki unsur funk, alternative, dan hip-hop.

 

Lalu terjadilah momen legendaris itu. Setelah D'Angelo dan Jennifer Lopez mengumumkan nomine dan pemenang, Commerford benar-benar melaksanakan rencananya. Dengan cepat dia berlari ke atas panggung dan memanjat patung yang terletak persis di belakang podium. Commerford pun berhasil mencuri perhatian dari Limp Bizkit. Dia tak cuma duduk tetapi juga berusaha menjatuhkan patung tersebut dengan menggoyang-goyangkannya.

 

Para tamu acara berteriak heboh. Eminem, misalnya, berteriak agar Commerford melompat dari atas patung. Sejumlah petugas keamanan, salah satunya polisi berpakaian preman, berusaha menarik Commerford dari atas patung tetapi gagal. Polisi itu bahkan menerima bogem mentah dari sang pemain bas. Akhirnya, Commerford memutuskan turun sendiri dan MTV memutuskan untuk menyiarkan jeda komersial. 

 

Yang tak dilihat pemirsa televisi waktu itu adalah bagaimana Commerford diseret keluar dari gedung. Sambil terus memaki dan meracau, dia berjalan keluar menuruti petugas. Commerford pun dibawa ke kantor polisi terdekat dan dipaksa menginap semalam. Limp Bizkit sendiri mengaku terkejut dengan aksi Commerford. Apalagi, Durst mengaku bahwa dia dan band-nya adalah penggemar RATM. Lima belas tahun setelah kejadian tersebut, barulah Commerford mau meminta maaf kepada Limp Bizkit.

 

Pemberontakan di Wall Street

 

Kesombongan Commerford, bahwa RATM jauh lebih baik dari Limp Bizkit, memang bisa diperdebatkan. Akan tetapi, sulit untuk membantah bahwa video musik "Sleep Now in the Fire" memang lebih bagus dibanding "Break Stuff". Kalau boleh jujur, "Break Stuff" sendiri tidak bisa dibilang video terbaik Limp Bizkit. Ada "Nookie", "Take A Look Around", "Rollin'", dan "Boiler" yang bisa dinominasikan untuk itu.

 

Sebaliknya, "Sleep Now in the Fire" boleh dibilang merupakan video terbaik RATM. Video itu begitu ikonik, sama ikoniknya dengan sampul album pertama RATM yang menunjukkan foto biksu Vietnam, Thich Quang Duc, tengah membakar diri. Ketika kita bicara soal RATM, kita akan bicara soal sampul album itu, lagu "Killin' in the Name", keterlibatan De la Rocha dengan Zapatista, dan video "Sleep Now in the Fire". Video besutan Moore itu adalah salah satu bagian terpenting dari perjalanan RATM sebagai sebuah band.

 

Video "Sleep Now in the Fire" menampilkan dua hal: pemberontakan dan parodi. Parodi yang ditampilkan adalah parodi kuis populer era itu, "Who Wants to Be A Millionaire". Sedangkan, pemberontakan yang dipertunjukkan adalah bagaimana RATM melumpuhkan Wall Street selama satu hari. Gambar-gambar dari parodi dan pemberontakan itu ditampilkan secara simultan untuk menyampaikan satu pesan: F**k the billionaires and the system that caters to them.

 

Mengapa video musik "Sleep Now in the Fire" menjadi begitu ikonik? Jawabannya bisa dilihat sendiri di video tersebut. Apa yang terpampang di sana semuanya nyata. Bagaimana RATM tampil di depan Federal Hall National Memorial, bagaimana Moore dan para personel band bersitegang dengan polisi, bagaimana Moore kemudian diseret ke kantor polisi, bagaimana polisi mulai bertindak represif terhadap kerumunan penonton, bagaimana personel RATM berusaha memasuki New York Stock Exchange yang terletak di jalan yang sama, Wall Street, dan bagaimana bursa saham New York itu kemudian harus ditutup karena aksi RATM.

 

Aksi RATM dan Moore itu terjadi pada Rabu, 26 Januari 2000. Pada bagian awal video dituliskan bahwa hari Senin, 24 Januari 2000, Wall Street mencatatkan keuntungan terbesar sepanjang sejarah yang dibarengi dengan PHK terbesar sepanjang sejarah. Keesokan harinya, Selasa, 25 Januari 2000, Wali Kota New York City, Rudy Giuliani, menerbitkan dekrit yang melarang RATM untuk tampil di Wall Street.

 

Namun, menurut kesaksian Morello pada 2020, RATM dan Moore sebenarnya sudah mengantongi izin dari pemerintah kota untuk tampil di area tangga depan Federal Hall National Memorial, termasuk di area tempat patung George Washington berada. Yang tidak diperbolehkan bagi RATM adalah tampil di area trotoar.

 

Pada 26 Januari 2000, datanglah para personel RATM, beserta Moore dan kru filmnya, ke Federal Hall National Memorial dan mereka segera beraksi. Meski penampilan di Wall Street itu adalah pembuatan video klip, di mana nantinya suara lagu versi studiolah yang bakal digunakan, RATM tetap memainkan lagu "Sleep Now in the Fire" seperti saat konser. Suara instrumen dan vokal memang tak terdengar, tetapi para personel bermain mengikuti rekaman audio yang disetel dengan loudspeaker terpisah. Sederhananya, seperti lip sync.

 

Polisi berjaga dan bertugas untuk memastikan para personel RATM tidak menjejak area trotoar di depan gedung. Namun, Moore yang punya reputasi sebagai sutradara film-film dokumenter sayap kiri itu memberi instruksi berbeda.

 

"Kami berada di tangga, kami tampil tanpa ada masalah apa-apa. Akan tetapi dia kemudian berkata, 'Oke, sekarang kita turun ke trotoar, ke tempat yang kita tidak punya izin bermain'. Lalu turunlah kami ke trotoar dan sersan polisi berjalan mendekatiku. Dia berkata, 'Kalian mesti naik lagi ke tangga'," kenang Morello dalam wawancara dengan Rock and Roll Garage pada 2020.

 

Perintah polisi itu tak digubris para personel RATM. Kata Morello, polisi sampai mencabut kabel yang tertancap di amplifier miliknya dan milik Commerford. Akan tetapi, karena waktu itu lagu versi studio diperdengarkan lewat pengeras suara terpisah, upaya para polisi pun berakhir sia-sia. Gitar Morello dan bas Commerford tidak mengeluarkan suara apa pun sebenarnya.

 

Kekesalan polisi tersebut akhirnya dilampiaskan kepada Moore. Sebelum syuting dimulai, Morello sudah bertanya begini kepada Moore. "Hey, kau sudah pernah dipenjara belum?" Moore menjawab, "Belum." Lalu Morello kembali berkata, "Well, sebelum ini kau belum pernah bekerja dengan Rage Against the Machine."

 

Morello sebetulnya cuma bercanda. Akan tetapi, yang kemudian terjadi adalah Moore benar-benar diseret ke ruang tahanan. Dia dianggap telah mengganggu ketertiban umum dan melanggar izin yang diberikan pemerintah kota. Menariknya, setelah Moore diangkut polisi, ‘konser’ RATM itu terus berjalan. Tak lupa, sebelum meninggalkan lokasi syuting, Moore berpesan kepada para personel RATM, "Masuklah ke New York Stock Exchange."

 

Dalam sebuah proses syuting, sutradara adalah komandan yang perintahnya harus dipatuhi. Dan benar saja, para personel RATM pun meninggalkan Federal Hall National Memorial dan merangsek ke New York Stock Exchange. De la Rocha, Morello, Commerford, dan Wilk berusaha masuk ke gedung bursa efek New York. Upaya mereka pada akhirnya gagal. Akan tetapi, karena ada gangguan tersebut, bursa saham New York pun berhenti beroperasi pada pukul 14:52 waktu setempat.

 

Pemberontakan kecil di Wall Street itu menjadi pemberitaan nasional. Seorang politisi konservatif bernama Greg Bauer bahkan sampai mengeluarkan kecaman terhadap aksi RATM di New York City. "[...] sebuah band bernama The Machine Rages On... er... Rage Against the Machine, band itu anti-keluarga dan pro-teroris." Hari itu, 26 Januari 2000, Rage Against the Machine benar-benar meluapkan kemarahannya kepada "sang mesin" dan membuat "sang mesin" bertekuk lutut.

 

Tahun 2000 adalah tahun yang besar bagi RATM. Mereka sukses melakukan pemberontakan terhadap "sang mesin" tetapi akhirnya dikalahkan oleh band yang mereka benci di acara penghargaan bergengsi. Aksi Commerford di VMA 2000 itu sebetulnya tak disetujui oleh Morello dan De la Rocha tetapi sang pemain bas tetap nekat. Inilah salah satu alasan mengapa De la Rocha, pada 18 Oktober 2000, memutuskan keluar dari band.

 

RATM, pada 2000, telah menjadi band yang sangat besar dan ego tiap-tiap personel makin sulit dibendung. Menyusul keluarnya De la Rocha, RATM pun bubar jalan. Meski demikian, Morello sebenarnya masih ingin mencari vokalis pengganti. Nama Dennis Lyxzen sempat masuk perhitungan. Lyxzen adalah frontman band hardcore Swedia, Refused. Namun, opsi ini urung diambil dan Morello, Commerford, serta Wilk membentuk band baru bernama Audioslave setahun berselang dengan menggandeng eks vokalis Soundgarden, Chris Cornell.

 

Audioslave sendiri bertahan selama enam tahun sebelum Cornell memutuskan cabut. Pada 2017, pasca-kematian Cornell, Audioslave sempat bereuni untuk menggelar sejumlah konser tribut. Sedangkan, RATM pada 2007-2011 sempat aktif kembali sebelum kembali masuk masa hiatus. Pada 2019, keempat personel RATM memutuskan rujuk dan band ini masih bertahan sampai sekarang.