Snowflakes ogah ikut perang? Jawaban anak-anak muda ini mencengangkan!

Kemeriahan jelang perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke 77 sudah menjalar ke berbagai sudut negeri. Suatu sore ketika saya keluar kosan untuk makan di warteg, saya menemukan jalanan di kampung kami disesaki warga. Ada ibu-ibu latihan joget untuk penampilan di malam tirakatan, sementara bapak-bapak melangsungkan lomba catur dengan Pak RT berperan sebagai wasit. 

Antusiasme warga merayakan 17-an dengan lomba-lomba lucu ini membuat saya tersenyum. Semua terlihat begitu akrab dan sumringah. Saya bahkan ditawari gorengan yang dibuat seorang ibu seksi konsumsi.

Tapi ada yang kurang: anak mudanya ke mana?

Ketika saya tanya, Pak RT berkata anak-anak muda sekarang tidak suka kumpul-kumpul guyub seperti ini lagi. “Males-males, Mbak. Kerjaannya cuma pada hapean terus,” kata Pak RT sembari mengunyah sukun goreng. “Kalau Jepang datang lagi pasti cuma ngumpet dan langsung di-dor!”

Seperti kebanyakan orang dari generasi yang lebih tua, Pak RT menganggap anak muda jaman sekarang adalah snowflakes, atau bocah-bocah baperan yang gampang tersakiti, generasi yang terlalu lembek dan manja.

Apakah benar demikian? Saya mencari tahu apakah anak-anak muda sekarang adalah privileged snowflakes yang tidak akan mau angkat senjata kalau tanah airnya diserang.

 

No
Nama
Kemauan
Kekuatan
1.
Zara Zahrina, 26, DJ
“Aku mau ikut perang karena: Interesting addition to my future autobiography in case I made it out alive! Lovers and paramours across the country will literally wait for me to return from war! Weeping ensues!” 
Posisi pilihan: menabuh genderang perang dengan DJ Set
“YES you might die any moment now but I will make sure Sour Candy (Shygirl and Mura Masa Remix) from Dawn of Chromatica is playing in the background!”
“Take it or leave it NKRI!!!!”
Kekuatan fisik: -5/5
“Literally subzero survival skill (tidak bisa berenang, gampang alergi, tidak bisa nyetir, gampang breakdown, lemah dan mudah mati) Kalau kamu taro aku di front line terus baru 15 menit udah uhuk-uhuk alergi debu terus idk pingsan dan mati and you lost one manpower that's on you!!!”
Kemampuan taktik: 3/5

Kemampuan tarung: 5/5 I can smack a bitch! Verbally!

Kemauan bela negara: 1/5

Weapon of Choice: Rocket launchers coming out of my titties fembot style


2
Akbar Adi Wibowo, 30 Tahun, Wota
“Aku bisa jadi staf administrasi dengan jobdesk kurleb:
-mendata stok peluru via spreadsheet
-mengecek kelayakan senjata misalnya "ini kayaknya pedang excaliburnya udah karatan deh nggak layak buat nusuk musuh"
-analisis/problem solving kelemahan bos musuh/raja terakhir”
Kekuatan fisik: 3/5 “Aku manyun, berjerawat, kurang menarik, hehehe.”

Kemampuan taktik: 2/5
Kemampuan tarung: 3/5
“KILLER INSTINCT! Waktu SD ribut sama temen terus aku mencoba sok Seram dgn gigit-gigit penghapus di depan dia, setelah itu waktu pulang sekolah dia langsung kabur!”
“Aku juga bisa mengubah barang apapun menjadi senjata! Dulu waktu SMP pernah ribut sama temen terus aku langsung ngelepas sabuk kulit dari celana seragam buat cambuk cetar cetar temenku terus nyerah!”
kemauan bela negara: 2/5 dulu Aku perna ikut TONTI buat 17an waktu SMA, tapi kalau perang lawan Jepang aku akan bela Jepang.
weapon of choice: DRAGON BONE SMASHER
3
Dwiki Aprinaldi, 25, pengamat sinema
“Mending mati sebelum bertempur biar tampak keren karena "punya sikap"😎, mengurangi kemungkinan mati konyol, atau selamat dengan gejala ptsd akutπŸ€ͺπŸ”« tapi kalau perangnya *ehem* antarkelas ikut sih, buat posisinya sendiri ngikut apa kata musyawarah mufakat ajaπŸ™πŸ»”
“Aku bakal ngurusin dapur umum atau bagian logistik buat sipil, entah di bagian distributor (yg lebih risky) atau operasional sehari-hari.” 
“Mati di tangan lawan atau saudara sendiri kita pikirkan nanti, yg penting orang-orang bisa makan dulu!!!”

Kapasitas fisik: 1/5 (ga bakal lolos conscription kayaknya karena physically mleyot)
Kapasitas taktik: 4/5
Kemampuan tarung: 2,5/5 (pernah ambil karate tp nafas ga kuat)
kemauan bela negara: -100 
Weapon of choice: unmanned combat aerial vehicle
4.
Rangga, 28, gamer


“Kalau invasi/offensive misal buat keperluan aneksasi gitu kayaknya engga dulu deh ya (ewwh colonizer), tapi kalau defensive misal diserang negara lain oo ya tentu ikut dong hehe. Gue gamau cuma diem doang kayak NPC disaat di sekeliling temen temen gue 1 per 1 jatuh jadi korban serangan misil.”
“Siap banget kalo misal ditaro di garis depan buat jadi martir human wave tactics karena (keliatannya) seru dan dari kecil juga suka banget sama scene-scene charge attack yang ada di film atau game perang. Atau ga stealth operation buat infiltrasi atau spionase ke daerah musuh yes yes yes I play a lot of Assassin's Creed games jadi ya bisa lah yaaa!!!”


kapasitas fisik: (3/5). lari bentar aja udah ngosngosan hehe
kemampuan taktik: (5/5) berhubung dari kecil udah sering main game game strategi kayak Warcraft, Age of Empires, Stronghold, etc. jadi ga perlu lah itu belajar kajian pertahan yadda yadda yadda ratusan halaman
kemampuan tarung: Attack: 2/5 Defense: 5/5
Pernah dikeroyok 10 orang pas lagi tubir sama sekolah lain terus pas kelar yaudah kayak ga abis diapa apain
4. kapasitas bela negara: 5555555
5. weapon of choice: dual wield AK47


5
Nadya Alien Anime, 24, wibu
“Mau!! Mau ikut perang biar kerasa 3rd Impact-nya! Watashi mau bikin aliansi Wibu Melawan! Udah capek ditindas dunia, saatnya kita raih kembali posisi genre manusia terkuat. 
“Kalau nggak ikut combat, Watashi mau bikin sanctuary atau safe place bagi para Hikkikomori / Neet. Mereka harus dilestarikan.”

kapasitas fisik: 3/5 (watashi gakuat lari krn bengek)
kemampuan taktik: 4/5 (otak watashi lumayan encer)
kemampuan tarung: 3/5 (Watashi suka jadi AoE Mage)
kemauan bela negara: 2 (kayaknya watashi bakal sided sama oposisi Jepang. Tapi maju paling depan kalo lawan white colonizer 😎 nobody likes White people)
weapon of choice: Spear Of Longinus
6
Gilang, 35, guru SD
Ga mau ikut combat.
“Dulu pas kecil dapet pelajaran PSPB dalam hati pengen banget ikutan turun ke medan perang. Sampe jaman SMA pun berasa kalo angkat senjata n bedil bedilan kaya film Saving Private Ryan tuh bakalan jadi pahlawan dan dikagumi banyak orang. Setelah makin tua, kok rasa rasanya rugi kalo harus duel body lawan penjajah.”
“Aku ga ikut combat, karena ga semua hal harus pake jalan keluar lewat perang. Ada jalan diplomasi yang halus namun "kena". Resiko kehilangan keluarga juga kecil. Aku pengen ikut bikin organisasi pemuda dan bikin kongres Sumpah Pemuda yang baru.”


Kekuatan fisik 2/5 (dulu suka main futsal, sekarang pas udah punya anak jadi jarang, lebih suka mancing)
Taktik perang 2/5
kemampuan berkelahi 1/5 dulu males ikut tawuran, lebih suka ngeband
Bela negara: 5/5 NKRI harga mati
Weapon of choice: Speaker TOA


7.
Fahri al Maut, 37, pecinta alam
“Enggak mau ikut perang. Kalo perang ofensif gak ada faedahnya, mending jadi desertir. Kalo perang defensif pun sori nggak dulu. Stok senjata belum tentu cukup buat warga sipil, walaupun sekarang senjata bisa dicetak 3 dimensi, supply peluru akan sulit. Kalaupun cukup, berbekal pengalaman minim dan waktu latihan yang pasti sempit, cedera karena recoil senjata api dan kemungkinan mati konyol lebih besar. Hal hal seperti ini serahkan saja pada yang sudah terlatih.”
“Lebih baik minggat ngungsi ke hutan. Ketika kota diserang, situasi pasti chaos. Supply air bersih tidak ada, bahan makanan jadi sasaran penjarahan. Kalau kita bisa cepat bergerak dan membawa supply makanan dari rumah, setidaknya kita bisa bertahan dalam hutan dengan supply air yang tidak terbatas (dari titik titik yang sudah dikenali) dan makan tumbuh tumbuhan ketika stok habis. Kalau beruntung bisa dapat binatang buruan (semoga tidak dilindungi) dengan jerat sederhana.”
“Dari segi keamanan, berdasarkan perang perang lalu dan yang sekarang berlangsung, banyak titik titik pengungsian di kota yang jadi sasaran serangan, lewat udara maupun darat. Belum lagi gerombolan penjahat lokal yang biasanya memanfaatkan kesempatan.”
“Karena saya berasal dari Bandung, kompleks pegunungan Bandung Timur atau Selatan merupakan daerah yang cocok sebagai tujuan bersembunyi. Hutannya rapat dan konturnya curam. Sulit ditembus kalau tidak hafal medan walaupun berbekal peta dan kompas. Masuk minimal 30 km ke dalam hutan, pasang hammock, tunggu perang usai.”


kekuatan fisik: 3/5
kemampuan taktik: 3/5
kemampuan tarung: 4 
(belajar dari: 
Mortal Kombat 3 - Super Nintendo
Age of Empires 2 & Counter Strike - Windows XP
Dead Island & Arkham Asylum - PS 3)
4. Kemauan bela negara: 1/5
weapon of choice: Martil Shao Khan atau arit Kabal


8
Josa Lukman, 26, drag queen
“Wouldn't want to be the first to get drafted but will fight if needed! Ujung ujungnya we all have to do our part kan ya; If the war comes to me I will fight, tapi ya I will die with a knife in my right hand and a YSL Chyc in my right arm 😘”
“Kalau perang I will choose to be at the Psy Ops!!! I can annoy people during interrogation πŸ˜‚πŸ˜‚”


kemampuan fisik: -4/5
kemampuan taktik: 3/5
kemampuan tarung: 4/5 I was once so enraged I nearly killed a middle aged woman with a butcher knife so there's that
Kemauan bela negara: 4/5
“I will fight to the bitter end for MY ideals, kalau memang ternyata in line dengan value negara ya hayeuq”
weapon of choice: Christian Louboutin So Kate 120mm - tajem loh keinjek apa tida lumpuh

9
Mohammad Ali Ma'ruf, 29, selebtwit jogja
“Mau ikut perang. Tanpa perang pun perlawanan adalah jalan yang selalu saya tempuh!”
“Posisi yang cocok untuk saya adalah bidang propaganda. Saya pintar dalam kerja-kerja agensi karena mengambil kuliah advertising. Saya pun bisa mengerjakan banyak hal alias Palugada. Dalam perang saya bisa membuat tim medsos, atau bahkan jika tidak punya tim saya bisa mengerjakan semua hal sendiri, saya bisa menjelma videografer, fotografer, desainer grafis, ilustrator, copywriter, strategic planner, dan banyak hal lain. Dengan konten dan propaganda yang moncer, kemenangan adalah hal yang akrab.”


kemampuan fisik: 3/5
kemampuan taktik: 4/5
kemampuan tarung: 3/5 terakhir saya tarung itu SMA dan menang, soalnya ngeroyok orang, lumayanlah saya ngasih dia 2 atau 3 pukulan.
kapasitas bela negara: 4/5
5. weapon of choice: Mobil anti peluru dan dilengkapi peralatan canggih di dalamnya yang memungkingkan untuk ngonten dan mengunggah dalam waktu singkat, bisa untuk tidur, cukup menyimpan persediaan makanan, dan tidak lupa dilengkapi senjata untuk darderdor. Seperti mobil-mobil detektif yang keren di drama korea.


10
Indira Nurul, 29, pecinta binatang
“Gamau ikut combat. Gabisa ngelukain orang lain, apalagi ngebunuh. Aku ragu apakah rela berkorban utk negara itu udah pasti hal yg benar? Gimana kalo ternyata pemerintah kita yg jahat ke negara lain? Aku ngerasa kalo perang itu ga ada pihak yg bener atau salah, cuma bikin derita aja. Jadi pilih fokus bantu di korban perang.”
“Aku mau gabung tim medis aja, bantu ngobatin orang-orang yg terluka. Bisa juga gabung jadi tukang masak atau bagian ngurusin anak-anak korban perang. 
“Sebenernya sehari-hari juga aku nolongin hewan korban perang kapitalisme, ehehheehe…”
Kemampuan fisik: 4/5 kerja sehari-hari keluar masuk hutan meneliti hewan.
Kemampuan taktik: 5/5
Kemampuan tarung: 1/5 lebih sering berantem mulut daripada berantem beneran wkwk 
Kemauan bela negara: 3/5 deh netral.
5. Weapon of Choice: biji timun, garam, dan terasi ajaib kayak yang dibawa Timun Mas pas ngelawan buto ijo ehehe

11
Henokh, 27, dalang
“Kalau memilih, ya memilih untuk tetap mempersenjatai diri sambil membantu menjaga barisan medis, dapur umum, dan urusan2 logistik. Mengapa? Karena sadar kemampuan tempur saya tidak sebaik tentara yang terlatih, dan bisa jadi justru malah "ngaco" strategi yang sudah disusun. Tetapi kalau memang harus diturunkan sebagai milisi, cuma satu kata: Siap.”
kemampuan fisik: 2/5
kemampuan taktik: 4/5
kemampuan tarung: 3/5 (rata-rata dari bertarung tangan kosong, senjata tikam, senjata tebas, senjata tumpul, senjata api)
Kemauan bela negara: 5/5
weapon of choice:
Assault rifle: SS1 atau IWI Tavor
Handgun: Glock 19 atau Smith&Wesson model 26
Meele jarak panjang: pedang lar bango atau Katana
Meele jarak pendek: Cundrik, Wedung, atau Pangot yang mudah disembunyikan
12
Alvin, 28, tattoo artist
“Hmm, kalo emang diinvasi, mau ga mau bakal ikut perang sih. Tapi semata-mata bukan karena nasionalisme buta gitu ya, kayak ngerasa terhina misalnya karena negara kita diinvasi negara lain.”
“Kecuali emang kepala gua ditodong senapan tentara yg ngelakuin invasi, ya yaudahlah gas aja walaupun gua tuh cemen banget, liat darah seger aja gua kadang sawan gitu. Toh kalo kata chairil anwar, hidup itu cuma menunda kekalahan aja kok, jadi yaudah gassss. Anjay~”
“Posisi pilihan: jadi sniper di infanteri kayaknya seru sih”

kemauan fisik: 3/5 ga cemen-cemen banget kalo dalam bergerak cepet satsetsatset
kemampuan taktik: 4/5 nih, kebetulan gua skrg jadi data analis gitu selain jadi tato artis, jadi ya kayaknya okelah buat analisis-analisis dan bikin taktik.
kemampuan tarung: 3/5. Walaupun gua dulu anak boedoet alias sekolah paling disegani sejabodetabek karena tawurannya, tapi gua ga ahli-ahli banget dalam perkelahian 1 lawan 1. Pernah mimisan karena gabisa ngehindarin tonjokan orang dan bonyok gara-gara sok petantang-petenteng.
kapasitas bela negara: 2/5
weapon of choice: Magnum seperti di game Point Blank

13
Beni, 34, penyair
“​​Perang cuma asik kalau dibayangkan aja, kalau dijalani tentu ngeri banget melihat kemanusiaan luluh lantak begitu. Dan kayaknya aku pasti mati gitu lho. Dan aku takut banget sama mati, apalagi yang matinya hancur lebur kayak di film-film perang itu.”
“Aku enggak mau sih kalau beneran. Soalnya pasti aku mati gasik. Tapi kalau dipaksa ya aku ikut aja. Aku penurut soalnya.”
“Aku memilih jadi awak tank. Kalau lihat di film-film perang kayaknya naik tank lebih banyak selametnya. Minimal kalau ditembakin orang yang kena tank-nya duluan dan kita bisa bales lebih hebat karena tembakan tank kan gede ya.
“Aku suka menulis puisi dan biasanya kan menulis puisi suka menggawat-gawatkan sesuatu ya. Nah, paling kalau menggawat-gawatkan sesuatu itu bisa disebut sebagai kelebihan, ya itu kelebihanku. Kelebihan kayak gini cocok sebagai provokator kali ya atau motivator gitu. Di dalem tank kan biasanya bosen ya, karena tempat tertutup gitu jadi perlu orang yang banyak bacot.
Jadi biar temen-temen di dalem tank itu lebih gampang ngamuk aja dan tetap bersemangat kayak, 
"Ayo teman-teman kita gruduk bunker itu dengan meriam senja dan biarkan getih mereka membasahi cakrawala. Serbu!!"
kekuatan fisik: 2/5
Kemampuan: 1/5 
kemampuan tarung: 1 /5
dulu pernah kelahi sama orang random di depan GOR UNY, kepruk-keprukan, masnya mau tak suplex tapi aku enggak kuat karena masnya agak lemu, terus leherku malah dipiting dan ak diantemi sampek mules wqwqqqwqw
kemauan bela negara: 4/5
weapon of choice: tommy gun kayak punyanya bos mafia

14
Sekar, 28, tarot reader
“Kalau perang, aku akan pilih jadi part-time taktik dan strategi, full-time konseling spiritualis untuk kebutuhan budaya new age!”


kekuatan fisik: 3/5
kemampuan taktik: 4/5
kemampuan tarung: 1/5 kalau berkelahi lewat sosmed dipertimbangkan maka nilainya; 1
4. kemauan bela negara: ~404 not found~
5. weapon of choice: bikin overthinking pakai kartu tarot

15
Aryest, 29, KPop Fan/TikTok Beauty Content Creator
Ikut perang dooong xixixixixixi agar supaya jihad dan mati syahid!
Aku mau jadi tukang ngangkutin mayat pokoknya tukang angkut angkut ini itu. Aku udah biasa bawa barang2 berat dan angkat barbel.

kekuatan fisik: 2/5 (high endurance and stamina, low agility)
kemampuan taktik: 3/5 (lumayan bisa memanfaatkan barang2 di sekitar buat jadi make-shift stuff)
kemampuan tarung: (sebutkan jika ada pengalaman berkelahi) 3/5 pernah ikut kelas kickboxing sama muaythai 1 tahun
kapasitas bela negara: 0/5
weapon of choice: 1/5 lightstick Winner yang bentuknya kaya Trisula, dumbell buat dilempar, chilli spray
16
Bhaga, 35, fotografer
“Ngga mau perang, karena hampir pasti bangunnya harus pagi & hampir pasti mati duluan karena survival, fighting & combat skill gua rendah. Lagian kayanya absurd bener disuruh sama orang yang ngga gua kenal buat bunuh2an sama orang yang ngga gua kenal juga.”
“Kalau terpaksa perang kayanya gua pilih jadi tim medis biar ngga harus bunuh2in orang. Kelebihan: tahan liat darah.”
“Sebenernya kalo boleh milih ngungsi aja deh, ngejauh dari pusat populasi. Kemarin abis jalan2 dari Gunungkidul kayanya seru di sana.”
kekuatan fisik: 1/5
kemampuan taktik: 3/5
kemampuan tarung: 1/5 
kemauan bela negara: 1/5
weapon of choice: Nerf gun

17
Lika, 30, pekerja agency
Kalau harus ikut perang aku mau di Strategist, Tactical team, apa pun yang nggak mengharuskan aku ke lapangan. Di balik layar, spotting issue, mitigasi masalah, what’s next etc. Pretty confident I can do that.”


kekuatan fisik: 1/5
kemampuan taktik: 4/5
kemampuan tarung: 1/5 Adu mulut termasuk gak, kalau gak termasuk ya 1 
kemauan bela negara: 1
weapon of choice: Panah!!! Biar kayak Arya Game of Thrones!!!
18
Dul Jaelani, 22, musisi
“Kalo bisa sih nggak mau perang, karena gue gak jago berantem. Kecuali kalo kepaksa, pemerintah tiba-tiba nyuruh masyarakat wajib berangkat perang yaudah gimana lagi. Tapi gue bakalan milih jadi tim anter-anter barang, obat, dan surat aja biar nggak usah bertarung lawan musuh.”
“Tapi semoga Indonesia jauh dari perang karena perang netijen aja udah cukup huhu.”
Kemampuan fisik: 2/5 “Fisik gue lemah dan ada pen di bahu belakang. Kata dokter gue juga kekurangan vitamin D jadi gampang capek. Daripada kalo gue jadi prajurit malah jadi ngerepotin dan jadi beban, mending jangan taruh gue di jad petarung. Main Point Blank aja gue kalah mulu.”
Kemampuan taktik 4/5 “Nah kalo taktik gue pede. Dari dulu kalau saatnya main bola, gue paling passion jadi pelatih, jadi suka ngedirect. Ngatur-ngatur dan ngomen-ngomen doang, hehe.”
Kemampuan tarung: 1/5 “Gak bisa berantem sama orang. Kalo marah gue tu bakalan cuma mendem, dan ketika meletus akhirnya cuma banting-bantung barang.Terus jadi nyesel sendiri dan bersihin sendiri.”
Kemauan bela negara: 5/5 “Nasionalisme tinggi lah. Sampe sekarang kesel kalo ada yang ngehina-hina Indonesia, atau bangga banget ketemu bule.”
Weapon of choice: “Wapak, jimat kebal dari dukun yang  biasanya berupa kulit macan yang ditulisin mantra pakai tulisan Arab. Biar kebal senjata kalau lagi jadi tim logistik anter-anter barang.”
19
Rugun, 25, pegiat kerja-kerja kebudayaan
“Boleh nggak ikut nggak sih. Soalnya nggak bisa liat orang/hewan otw mati :(
Mau jadi bagian solidaritas pangan atau ketahanan mental warga dengan menyediakan jasa tarot. Kalau bisa stay at home dan menampung orang-orang terdekat yang butuh perlindungan.”


1. kapasitas fisik: 3/5 bisa lari dikit-dikit, bisa yoga juga dikit, bisa jalan jauh. 
2. kemampuan taktik: 5/5 bisa tarot, mungkin bisa bantu untuk perang (amit-amit wajib militer) dan untuk siapapun yang butuh. 
3. kemampuan tarung: 2/5 (sebutkan jika ada pengalaman berkelahi) tae kwon do sabuk ijo strip biru pas SD
4. kapasitas bela negara: 1/5  bikin meme sama tanya kartu untuk strategi bertahan hidup. 
5. weapon of choice: (silakan sebutkan sendiri misal pedang excalibur/palu arit, etc): laptop asus, hp, dan kartu tarot.


20
Turnip, masih muda, akun anon
“Iya [saya mau ikut perang] agar saya dapat mempercantik CV dan menambah relasi. [Posisi pilihan adalah] menjadi pemenang agar dapat merasa keren. [Jika tidak ikut combat saya mau] belajar tips and tricks Microsoft Excel.”


KEKUATAN FISIK: 5/5

KEMAMPUAN TAKTIK: /55 

KEMAMPUAN TARUNG: 5/5. “Saya sudah berpengalaman berkelahi dengan teman saya Akbar Muhammad Syaputra ketika kelas 1 SMA. pokoknya dia sempat mencemar nama baik ayah saya melalui menyanyikan lagu "heli guk guk guk" tetapi diplesetkan menjadi nama ayah saya. sebulan kemudian, kita menjadi teman yang sangat akrab.”

KEMAUAN BELA NEGARA: “5/5 kalau negara saya akan menang, 0/5 kalau negara saya tidak akan menang”

WEAPON OF CHOICE: “Saya tidak akan membawa apa apa. saya yakin bahwa kemampuan saya dalam berdebat, berdialektika, berdiskursus dan berpikir kritis dapat membuat musuh saya langsung setuju dengan saya.”