Jadi Pinter

VIDEO: 4 Teori Third Impact di Evangelion yang Bikin Penasaran

Evangelion adalah salah satu anime legendaris yang dikenal karena alur ceritanya yang kompleks dan penuh simbolisme. Salah satu elemen yang paling banyak memicu perdebatan di kalangan fans adalah Third Impact. Karena penjelasan tentang Third Impact dalam seri ini hanya disajikan secara tersirat, muncullah berbagai teori menarik. Yuk, kita bahas empat teori besar tentang Third Impact di Evangelion!

1. Teori Menuju Kesempurnaan Bersama
Teori ini menyoroti penggunaan simbol-simbol religius dalam Evangelion. Meskipun Hideaki Anno, sang sutradara, pernah mengatakan bahwa elemen agama hanya digunakan sebagai bumbu cerita, banyak fans yang percaya bahwa simbol-simbol tersebut menjadi kunci memahami tema besar anime ini.

Dalam Evangelion, proyek Human Instrumentality dicanangkan untuk menciptakan "Genesis baru bagi manusia" dengan menghapus dosa asal dan penderitaan manusia. Caranya adalah dengan menggabungkan semua manusia menjadi satu entitas, sehingga tak ada lagi rasa sakit, kesepian, atau kekosongan.

Namun, ada harga yang harus dibayar. Untuk menyatukan semua manusia, AT Field—barier yang membuat kita tetap unik dan individual—harus dihancurkan. Akibatnya, semua manusia kehilangan identitas mereka dan berubah menjadi satu cairan LCL yang seragam.

Shinji, sang tokoh utama, awalnya tergoda dengan ide ini. Namun, melalui perjalanan introspeksinya, ia menyadari bahwa meskipun hidup penuh rasa sakit, menjadi individu adalah hal yang penting. Akhirnya, Shinji menolak proyek Instrumentality dan memilih kembali ke Bumi bersama Asuka.

2. Teori Evangelion Hanya Fantasi Shinji
Teori ini mengklaim bahwa semua kejadian di Neon Genesis Evangelion hanyalah mimpi Shinji—dunia fantasi yang ia ciptakan untuk melarikan diri dari kenyataan. Dunia alternatif yang muncul di akhir cerita justru dianggap sebagai dunia nyata.

Dalam dunia nyata, Shinji adalah anak biasa dengan kehidupan yang sederhana. Tidak ada NERV, EVA, atau malaikat-malaikat menyeramkan. Semua karakter yang ada dalam Evangelion sebenarnya adalah orang-orang biasa di kehidupan nyata Shinji, hanya dengan peran yang lebih sederhana.

Shinji menciptakan dunia Evangelion karena ketidakpercayaannya pada diri sendiri. Namun, seiring berjalannya cerita, ia mulai menyadari bahwa dunia nyata tidak seburuk yang ia kira. Pada akhirnya, Shinji memilih untuk menerima kenyataan dan meninggalkan dunia fantasinya.

3. Teori Third Impact Sebagai Pertarungan Evolusi
Teori ini berpendapat bahwa Third Impact hanyalah kompetisi survival antara dua ras: manusia yang berasal dari Lilith dan para malaikat (Angels) yang berasal dari Adam. Pemenangnya akan berevolusi, sementara yang kalah akan punah.

Kaoru pernah mengatakan, "Jika aku hidup, manusia akan hancur." Ini menguatkan teori bahwa Third Impact adalah zero-sum game. Namun, teori ini memiliki kelemahan, yaitu mengapa manusia harus menunggu mengalahkan semua Angels sebelum memulai proses Instrumentality, padahal NERV sudah memiliki Lilith sejak awal.

Ada juga teori bahwa para Angels sebenarnya sedang menguji umat manusia untuk menentukan apakah mereka layak berevolusi. Inilah sebabnya NERV dan Seele berjuang keras mengalahkan para Angels satu per satu.

4. Teori Shinji Hanya Ingin Sendirian
Teori ini mengungkapkan sisi gelap dari keinginan Shinji. Menurut teori ini, tujuan utama Proyek Human Instrumentality adalah menghapus AT Field dan menggabungkan semua manusia menjadi satu, tetapi hanya Shinji yang akan tetap ada.

Karena ketakutannya terhadap hubungan dengan orang lain, Shinji menciptakan dunia di mana ia adalah satu-satunya makhluk yang eksis. Namun, pada akhirnya, Shinji menyadari bahwa manusia tidak diciptakan untuk hidup sendirian. Setelah menerima dirinya apa adanya, ia menolak Instrumentality dan memberi kesempatan bagi manusia lain untuk kembali ke dunia nyata.

Teori-teori tentang Third Impact di Evangelion membuktikan betapa kompleks dan mendalamnya cerita anime ini. Dari simbolisme religius hingga analisis psikologis, Evangelion menawarkan berbagai interpretasi yang terus menjadi bahan diskusi di kalangan fans. Mana teori yang menurutmu paling masuk akal?