Jadi Pinter

VIDEO: Darling in the Franxx: Anime Mecha yang Penuh Harapan

Anime selalu punya daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar genre mecha. Sejak kecil, banyak dari kita tumbuh dengan tontonan seperti Gundam, Evangelion, hingga Pacific Rim. Jadi, ketika Darling in the Franxx muncul, ekspektasi pun melambung tinggi.

Dunia post-apocalyptic, desain robot keren, dan pilot dengan gaya unik membuat anime ini terlihat menjanjikan. Tapi sayangnya, seperti janji yang tak ditepati, Darling in the Franxx malah berakhir mengecewakan. Mari kita ulas lebih dalam kenapa anime ini seperti wahana roller coaster yang tiba-tiba mati listrik di tengah jalan.

Hal Positif dari Darling in the Franxx

Sebelum membahas kekurangannya, kita harus mengakui bahwa anime ini punya banyak elemen menarik di awal. Berikut beberapa poin yang membuat Darling in the Franxx cukup memikat:

Karakter yang Dinamis

Squad 13 digambarkan layaknya anak-anak SMA dengan kepribadian beragam. Ada yang pendiam, pemberontak, hingga si tukang kepo. Dinamika mereka membuat cerita terasa hidup dan relatable.

Konsep Dunia yang Misterius

Awalnya, dunia Darling in the Franxx penuh dengan teka-teki. Kenapa bumi hancur? Apa sebenarnya klaxosaurs? Kenapa masyarakat terlihat apatis terhadap masa depan mereka? Pertanyaan-pertanyaan ini bikin penonton penasaran.

Karakter Zero Two yang Ikonik

Zero Two menjadi salah satu alasan utama anime ini digandrungi. Kepribadiannya yang nyentrik, sedikit rebel, tapi lembut di dalam membuatnya mudah disukai. Chemistry antara Zero Two dan Hiro juga menjadi kekuatan besar di anime ini.

Aksi Mecha yang Memukau

Bagi penggemar genre mecha, adegan pertarungan robot di awal cerita cukup memuaskan. Desain robot yang unik dan gaya bertarung yang seru membuat anime ini punya potensi besar.

Kenapa Darling in the Franxx Berakhir Mengecewakan?

Sayangnya, semua harapan itu mulai pudar seiring berjalannya cerita. Ada beberapa alasan kenapa anime ini berakhir jauh dari ekspektasi:

Plot yang Tergesa-gesa dan Tidak Konsisten

Pada pertengahan cerita, misteri dunia yang awalnya dibangun dengan baik justru diungkap secara tergesa-gesa dalam satu episode. Tiba-tiba semua jadi soal alien yang ingin menguasai bumi, dan klaxosaurs ternyata dulunya manusia. Plot ini terasa seperti versi murah Evangelion.

Perkembangan Karakter yang Tertinggal

Karakter yang awalnya punya potensi besar justru tidak mendapat pengembangan yang layak. Hiro dan Zero Two mendapatkan porsi cerita, sementara karakter lain seperti Ichigo dan Mitsuru terkesan jadi figuran.

Alur yang Berubah Drastis

Anime ini awalnya fokus pada drama remaja dan aksi mecha. Tapi mendekati akhir, ceritanya tiba-tiba beralih ke pertempuran di luar angkasa. Perubahan ini membuat Darling in the Franxx kehilangan identitasnya.

Logika Cerita yang Dipaksakan

Beberapa keputusan dalam cerita terasa dipaksakan dan tidak masuk akal. Contohnya, pasangan Mitsuru dan Kokoro yang tiba-tiba menjadi expert soal parenting hanya dalam dua episode.

Ekspektasi Tinggi yang Berujung Kekecewaan

Darling in the Franxx adalah contoh sempurna bagaimana ekspektasi tinggi bisa berujung kekecewaan. Meski punya awal yang menjanjikan, plot yang tidak konsisten dan pengembangan karakter yang minim membuat anime ini kehilangan daya tariknya.

Bagi kamu yang menyukai romance ringan atau aksi mecha tanpa terlalu memikirkan cerita, anime ini masih layak ditonton. Tapi jika kamu mencari worldbuilding yang solid dan cerita yang konsisten, bersiaplah untuk kecewa.